Jumat, 17 April 2015

PERCAYA


Menjaga rasa percaya itu berat. Sekali saja berkhianat, selamanya akan luntur rasa percaya itu. Bisa dibilang, menjaga amanah, menjaga kepercayaan yang diberikan untuk memegang/ punya kuasa atas sesuatu.

Banyak yang pengen dipercaya orang banyak. Berharap dipilih menjadi sesuatu, berharap dukungan banyak orang, rasa ingin dipercayanya besaaar banget. Kalau cuma pengen orang lain percaya, gampang (asal sebelumnya belum pernah mengkhianati orang itu), tapi menjaga rasa percaya itu yang susah. Nila setitik, rusak susu sebelanga. Amanah! Bukan sesuatu yang bisa dimainkan seenaknya.

Contoh lain menjaga rasa percaya orang, banyak kok. Begitu dekat dalam kehidupan kita. Menjaga kepercayaan yang berhubungan sama uang (ini yang sensitif), susah-susah gampang. Godaannya Man, cukup besarrr. Uang gitu. Siapa yang hari gini nggak tertarik uang? Realistis saja. Kalau tekad menjaga kepercayaan orang kurang kuat, bisa-bisa termakan nafsu sendiri. Amanah koyak, rasa percaya orang lain jadi cacat. Kalau sudah begitu, gimana coba cara membersihkannya? Selamanya noda itu bakal melekat. Kayaknya jaraaang banget orang yang pernah berkhianat dipercaya kembali untuk menjaga (punya kuasa) atas sesuatu.

Berkhianat bisa jadi sifat yang melekat dan susah hilang. Ada kemungkinan, orang yang mengaku nggak akan pernah berkhianat lagi, suatu saat bisa jadi melakukan kesalahan yang sama (lagi). Menodai kepercayaan orang lain, sesuatu yang paling dibenci. Manusia saja benci apalagi Sang Pencipta?

Menjaga rasa percaya itu memang lebih susah...

Jogja, 17 April 2015
© B A G U S A D I S A T Y A 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis