Selasa, 23 Januari 2018

MITOS ANGGOTA BADAN, ARTINYA APA YA?

"Eh, kuping saya kok mendadak panas ya? Kayaknya ada yang ngomongin nih."
Pasti enggak asing dengan istilah ini 'kan? Katanya, telinga panas pertanda lagi diomongin sama orang. Ada lagi, mata bintitan sering diledek karena karma ngintip. Ya.. ngintip yang begitu-begitu. Apa lagi? Bulu mata jatuh artinya ada yang kangen. Tahi lalat a.k.a andeng-andeng di bibir artinya cerewet. Mata kedutan artinya mau nangis. Ada juga yang bilang bakal nerima rezeki nomplok. Benar 'kah?


Semua itu cuma mitos, Bro, Sis! Yes! Mi-tos. Masih percaya mitos hari gini? Kuping terasa panas, mata bintitan, dan kawan-kawannya, punya penjelasan yang masuk akal. Pertama, kuping terasa panas, dikutip dari republika.co.id, telinga yang terasa hangat, panas, dan biasanya kemerah-merahan, bisa jadi karena ada infeksi telinga luar, sering menggosok atau membersihkan lubang kuping terlalu keras, kena sengatan hewan, lebah misal, atau juga karena terlalu lama terkena sinar matahari. Telinga kemasukan air juga bisa loh efeknya jadi hangat dan merah yang kita terjemahkan 'lagi diomongin orang'. Kalau enggak ada penyebab, mendadak hangat dan merah gitu, kenapa dong? Yakin enggak ada penyebabnya?
Selanjutnya, mata bintitan. Ini sih karena bakteri. Langsung dari zetizen.com, bakteri yang bikin mata bintitan namanya Stafilokokus. Biasanya bakteri ini memang hidup di kulit manusia dan enggak bikin masalah, tapi lain cerita kalau bakteri ini kena yang kotor-kotor, bakteri ini bisa bikin mata bintitan karena kulit mata terinfeksi. Bukan karena ngintip yang tidak-tidak ya, tapi kalau mata bintitan pasti enggak sedikit yang langsung dituduh sebagai tukang ngintip.
Ketiga, bulu mata jatuh. Bukan berarti ada yang lagi kangen, tapi bulu mata memang bakal lepas tiap tiga bulan sekali karena faktor usia. Wajar kok dan bakal tumbuh lagi juga karena bulu mata enggak bisa tumbuh memanjang kayak rambut di kepala. Kebayang kalau bulu mata bisa tumbuh memanjang? Bulu mata badai Syahrini dong?
Tahi lalat di bibir enggak hubungannya sama cerewet. Secara ilmiah, dikutip dari nasional.kompas.com, tahi lalat bisa muncul karena timbunan pigmen yang dilakukan sel melanosit. Ukurannya juga bervariasi. Ada yang cuma setitik, ada juga yang bulat ngejreng. Kalau ada orang cerewet, coba cek bibirnya. Apa ada tahi lalat? Kalau ada, ya karena pigmen yang numpuk, banyak di area bibir.
Terakhir, mata kedutan. Artinya sih mata lagi capek dan butuh istirahat, kata satu artikel di nationalgeographic.co.id. Bisa juga karena stres dan kebanyakan konsumsi kafein. Solusinya, pejamkan mata sekian menit. Mata kering juga bisa bikin kedutan. Mengompres mata dengan kompres dingin, potongan timun segar tuh, terus dikasih obat tetes mata, bisa mengatasi mata kedutan.
Semuanya ada penjelasan masuk akal 'kan? Kita banyak dicekokin sama mitos sih. Telinga hangat, bulu mata jatuh, dan lain-lainnya itu kalau terjadi secara berlebihan, lebih baik langsung konsultasi sama dokter. Bukan lagi sesuatu yang ringan, tapi bisa jadi karena ada masalah serius. Kalau dicuekin, efeknya bisa bikin ngeri.
Jogja, 23.01.2018

Senin, 22 Januari 2018

KECANGGIHAN TEKNOLOGI

Semakin canggih teknologi, semuanya jadi semakin mudah. Sepuluh tahun lalu, kita enggak kepikiran order makanan lewat ojek, apalagi order pakai smartphone. Dulu, sepuluh tahun lalu, smartphone enggak semenjamur sekarang. Kemudahan-kemudahan ini memang menguntungkan, tapi di sisi lain, kita juga harus menerima kenyataan ada sesuatu yang hilang dan tergantikan. Limapuluh tahun lagi, bisa jadi robot-robot kayak di film fiksi ilmiah benar-benar ada di sekitar kita. Ada yang jadi asisten rumah tangga, penjaga pom bensin, penjaga gerbang parkir, akan semakin banyak yang hilang dan tergantikan.
Dulu, menyimpan data di komputer pakai disket, dengan kapasitas yang terbatas. Dulu sih oke-oke saja, lha wong file yang disimpan sebatas Microsoft Word, bukan film dengan ukuran ber-giga-giga. Awal-awal ada flashdisk, harganya masih selangit, apalagi yang kapasitasnya sungguh maha. Semakin bertambah tahun, semakin banyak pembaruan dan kemudahan teknologi, flashdisk semakin murah, bahkan yang kapasitasnya besar sekali pun.


Dulu, mendengarkan musik pakai radio tape, walkman, discman, dan harus beli CD atau kaset. Sekarang enggak butuh lagi tuh radio tape, walkman, discman, dan segala macamnya. Musik digital lebih gampang, enggak ribet, dan bisa didapatkan gratis a.k.a bajakan. Sedih rasanya, kecanggihan teknologi yang menggeser radio tape dan kawan-kawan, justru banyak yang secara sadar menikmati versi bajakan. Alasannya gratis, tapi versi original walau harus bayar, enggak bakal selangit juga.
Sekarang susah banget nyari disket, radio tape, CD, bukan itu loh... YKWIM. Masih adakah yang menjual tiga benda kuno ini? Yah.. mungkin generasi milenial, generasi zaman now, enggak tahu apa itu disket, enggak pernah pakai radio tape, apalagi pakai kaset pita yang sometimes musti diputar pakai pensil buat mendengarkan musik. Toko musik sekarang entah eksis di mana. Toko yang kelihatannya menjual radio tape pun, sekarang enggak lagi menjual radio tape. Kalau masih, modelnya enggak kekinian banget. Ada mini speaker yang bisa sekaligus jadi radio, tapi buat sebagian orang, termasuk aku, mendengarkan radio lewat radio, real radio, bukan mini speaker, jadi suatu keinginan yang HQQ!
Sedih juga, kecanggihan teknologi menggeser sesuatu yang lain, menggantikan, bahkan menghilangkan. Bukan enggak suka dengan kemajuan teknologi, tapi saat pengen menikmati sesuatu yang mulai menghilang karena kecanggihan teknologi, rasanya semacam sedih juga.
Jogja, 22.01.2018

Minggu, 21 Januari 2018

PESONA WISATA INDONESIA ENGGAK CUMA BALI LOH

Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Kenapa? Kok rumput di rumahku enggak sehijau rumput mereka? Enggak sedikit dari kita yang berpikir begini, termasuk juga untuk urusan liburan. Korea Selatan, Milan, Paris, Hongkong, Jepang, dirasa lebih berkelas dibanding liburan ke daerah lokal. Negara kita punya banyak tempat kece yang sebanding dengan negara-negara tetangga. Buat apa jauh-jauh ke luar negeri kalo di dalam negeri kita juga punya?
Enggak sedikit juga loh, wisatawan mancanegara yang pengen banget liburan ke Indonesia. Sama kayak kita yang pengen liburan ke Korea Selatan, Jepang, Paris, dan lain-lain. Destinasi wisata Indonesia buat turis asing enggak cuma Bali. Jangan salah! Bali memang terkenal banget. Coba sebutkan nama Bali sama orang luar negeri. Pasti langsung bilang 'Indonesia'. Beberapa kota di negara kita ini juga jadi tujuanb favorit wisatawan mancanegara loh, selain Bali tentu.


Berdasarkan data dari tim riset Majalah SWA dengan melibatkan 120 wisatawan, dikutip dari hipwee.com, posisi pertama ada Jogja! Yap! Bukan Bali, tapi Jogja. Banyak yang merasa jatuh cinta sama kota pendidikan dan budaya satu ini. Enggak cuma wisatawan lokal atau mahasiswa dan perantauan yang tinggal di Jogja, tapi wisatawan asing juga dibikin jatuh cinta sama Jogja. Wisata alamnya banyak, wisata edukasi jangan ditanya lagi, wisata kuliner, beuuh.. mantap! Enggak heran, Jogja masuk di urutan pertama.
Lanjut ke nomor dua, ada Makassar karena keindahan dan keramahan kotanya. Setiap bulan, Kota Makassar selalu menampilkan festival yang jadi daya tarik wisata. Pemkot Makassar juga sadar betul banyak wisatawan mancanegara yang mulai jatuh cinta dengan Kota Daeng ini. Banyak loh fasilitas wisata, angkutan umum, dan fasilitas lain yang mendukung dibagus-bagusin demi kenyamanan wisatawan.
Selanjutnya ada Bali! Tujuan wisata yang kata orang paling populer di Indonesia ini ada di urutan ketiga. Bali memang keren. Pantai Sanur dan Pantai Kuta jadi pilihan wisata yang banyak dipilih di Kota Dewata ini. Favorit wisatawan asing di Bali sih ada Tanah Lot, Danau Bedugul, dan Kawasan Legian.
Jangan lupakan ibukota negara kita. Yap! Jakarta masuk urutan keempat sebagai kota yang jadi tujuan wisata buat turis asing. Bisa dibilang Jakarta itu semacam transit. Enggak sedikit loh yang mampir ke Jakarta sebelum lanjut ke Jogja atau Bali. Enggak cuma sekedar mampir di bandaranya doang terus ganti pesawat ke Jogja, misal, tapi benar-benar menikmati wisatanya. Taman Mini Indonesia Indah jadi satu pilihan wisatawan asing menikmati Jakarta, kota pusat bisnis dan pemerintahan.
Nomor lima ada Medan yang keberagaman budaya dan wisata alamnya bikin wisatawan mancanegara tertarik datang ke salah satu bagian dari Sumatera Utara ini. Danau Toba dan Pulau Samosir jadi destinasi favorit yang sayang banget dilewatin. Apalagi dengan adanya bandara internasional terbesar kedua, Bandara Kualanamu, wisatawan asing punya alasan buat liburan ke Kota Melayu Deli.
Terakhir, kita mampir ke Indonesia Timur. Lombok dan Kota Mataram jadi pilihan liburan yang pesonanya susah ditolak sama wisatawan asing. Kondisi alamnya yang eksotis dan belum terlalu banyak pembangunan, bikin Lombok dan Kota Mataram punya daya tarik buat wisatawan seluruh penjuru dunia.
Masih banyak pesona Indonesia yang sama kerennya, bahkan lebih keren, dengan pesona negara-negara tetangga. Tugas kita, mengenalkan semua pesona keindahan Indonesia ke seluruh dunia. Indonesia keren, Indonesia kece, jelas dong. Yuk kita dukung, enggak cuma wisatanya tapi semua yang bikin Indonesia makin dikenal baik di mata dunia.
Jogja, 21.01.2018

Sabtu, 20 Januari 2018

KLISE: KALAH SEBELUM KOMPETISI



Sesuatu yang belum dicoba memang bikin ragu-ragu, enggak yakin, memikirkan ini-itu yang belum tentu terjadi. Bukan sesuatu yang negatif atau melanggar norma ya, tapi sesuatu yang positif. Menulis, misal. Enggak semua orang merasa punya ketertarikan lebih sama dunia menulis. Semua orang bisa menulis, asal ada kemauan. Lha wong tiap hari menulis di media sosial. Termasuk menulis juga 'kan?
Keinginan menulis setiap hari, mood bukan lagi jadi alasan. Bukan menunggu mood baik datang, tapi harus memancing mood baik itu keluar kemudian tangkap! Belum juga menulis setiap hari, tapi ada saja pikiran begini dan begitu. Bisa enggak ya? Yakin enggak ya? Mau nulis apa ya?
Contoh lain, seseorang yang akan mencoba peruntungan di dunia bisnis. Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan. Banyak yang ingin berbisnis tapi ragu memulai. Gimana kalau enggak laku? Gimana kalau merugi? Gimana cara marketing-nya? Enggak sedikit yang berpikir semacam ini sebelum melakukan sesuatu yang belum pernah dicoba. Olahraga, membaca buku, tidur enggak larut malam, enggak begadang, dan masih banyak yang bikin kita banyak berpikir sebelum melakukannya. Bukan memikirkan caranya, memikirkan bagaimana melakukannya, tapi memikirkan efeknya, bisa apa enggak, dan begini-begitu yang akhirnya enggak membuat kita take action.
Setiap sesuatu yang kita lakukan, pasti ada hambatannya. Menulis setiap hari, terhambat bingung mau nulis apa. Berbisnis, terhambat penjualan yang tersendat. Olahraga, terhambat mager. Pasti akan selalu ada hambatan. Enggak mungkin bakal mulus-mulus saja. Jalan tol pasti ada kerikil. Hambatan yang akan kita temui bukan jadi skak mat buat take action. Lakukan saja. Hadapi hambatan. Enggak ada halangan yang enggak bisa kita pecahkan.
Klise ya? Sok memotivasi ala Golden Ways? Rasanya memang klise karena orang bijak mana pun pasti juga bilang begitu. Teori gampang, aksi susah. Kalau kita selalu menganggap klise sesuatu yang sebenarnya benar, mau sampai kapan kita jalan di tempat?
Hanya sekedar mengingatkan, bukan sok bijak, sok menggurui. Toh, hidup adalah belajar.
Jogja, 20.01.2018

Jumat, 19 Januari 2018

ALASAN CINTA DAN PUITIS

Jadi gini. Gimana reaksimu lihat adik yang selama ini masih bocah, tanpa kamu sadari, berubah jadi remaja yang mulai mengenal cinta? Enggak nyangka? Kaget? Speechless? Seorang adik yang selama ini enggak kelihatan ada suka sama pelajaran Bahasa Indonesia, apalagi tertarik sastra dan puisi, secara mengejutkan menuliskan kata-kata puitis yang entah di dapat darimana. Bikin sendiri? Nyontek di Gugel?


Jatuh cinta memang luar biasa. Mengubah yang biasa menjadi di luar kebiasaan. Salah satu contohnya, si adik ini. Seumur-umur, dari zaman si adik masih bocah, enggak ada tuh dia berpuisi apalagi bikin kata-kata yang terkesan romatis. Setelah mengenal cinta, tahu apa itu sayang dan takut kehilangan, rasanya si adik yang dulu bocah, sekarang berasa dewasa banget. Kata-kata puitisnya itu loh.
Bukan melarang si adik jatuh cinta, menjalin hubungan istimewa, atau apalah yang memang sudah masanya memasuki fase itu. Sepanjang masih normal dan wajar, kenapa harus dilarang? Begitulah the power of love. Ada magis di dalamnya. Bukan cuma si adik yang mulai mengenal cinta, tapi siapapun yang sedang jatuh cinta, pasti jadi puitis, romantis, dan enggak habis-habis.
Dikutip southuniversity.edu dari vemale.com, orang yang jatuh cinta memang punya lebih banyak energi dan perasaan yang positif. Good mood banget. Secara fisik, jatuh cinta juga bisa bikin telapak tangan berkeringat, pusing, jantung berdebar-debar, dan juga segudang perasaan positif. Orang yang lagi jatuh cinta, enggak peduli tuh sama kejelekan orang yang dicintainya. Apa kata orang, terserah. Dia selalu sempurna dan begitu indah. Enggak heran, otak memproses kata-kata puitis sebagai respon suatu keindahan. Rasanya pengen selalu dekat, selalu ada, selalu bersama, dan dimensi waktu seakan cuma ada mereka. Memang begitulah cinta, sejak dulu penderitaannya tiada akhir. Kok familier ya sama kalimat ini?
Cinta itu sebenarnya keindahan atau kepedihan? Keduanya ada. Jelas, cinta membuat semua menjadi indah, tapi sebenarnya itulah kepedihan. Cinta membuatmu terus memikirkan dia, ingin dekat dengan dia, ingin bertemu dengan dia, ingin memperjuangkan dia. Apa semua itu enak? Enggak. Justru menyiksa. Suatu siksaan yang indah.
Jatuh cinta bukan sesuatu yang salah. Kenapa menyalahkan? Salah satu nikmat yang diberikan Tuhan adalah membuat kita menyukai keindahan. Seperti dua sisi mata uang, seperti kebaikan dan kejahatan, seperti air dan api, cinta enggak cuma menyajikan keindahan, tapi juga kepedihan. Menyesal jatuh cinta? Jangan. Pedihnya cinta akan membuat kita kuat. Cobaan pasti ada, karena beginilah kehidupan di dunia. Enggak cuma ada manis-manisnya, tapi juga ada asin, asem, pahit.
Jogja, 19.01.2018

Kamis, 18 Januari 2018

MOOD SWING DAN KESEHATAN JIWA

Dorrr! Ini tulisan sambungan kemarin. Pertama kalinya bikin tulisan bersambung kayak gini. Kali ini kita cerita tentang mood. Pernah mengalami mood swing? Setiap orang pasti pernah mengalami mood swing, perubahan suasana hati dalam waktu singkat. Sekarang happy, lima menit kemudian bad mood. Pasti ada penyebabnya. Bisa karena rencana yang berantakan, tempat makan favorit tutup, dan lain-lain. Mood swing tanpa penyebab, justru harus diwaspadai. Bisa jadi gejala bipolar loh.

 
Dikutip dari lifestyle.kompas.com, biasanya cewek yang lagi PMS, sering mengalami mood swing yang bisa juga tetap berlanjut setelah masa menstruasi lewat. Perubahan suasana hati yang enggak ekstrim, masih wajar. Pasti ada penyebab yang bikin mood kita berayun-ayun. Biasanya, perubahan suasana hati ini juga enggak terus-terusan, enggak setiap waktu juga. Capek tuh kalo setiap menit mood jadi bunglon banget.
Ngebahas tentang masalah jiwa memang kompleks. Stres yang dicuekin, bisa jadi gila. Mood yang berubah drastis bahkan tanpa penyebab apapun, bisa mengarah ke bipolar. Apa jiwa kita benar-benar sehat? Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan biar terhindar dari penyakit jiwa.
Dikutip lifehack.org dari vemale.com, cara pertama yang bisa kita lakukan adalah mematikan gadget sebelum tidur malam. Paling enggak, sejam sebelum tidur, kita harus bebas dari aktivitas yang berhubungan sama gadget. Hindari banget cek medsos sebelum tidur. Yakin cuma cek? Cuma scroll sebentar?
Olahraga juga jadi cara biar jiwa kita tetap sehat. Ingat mens sana in corpore sano? Di dalam tubuh yang kuat ada jiwa yang sehat. Olahraga memang terbukti bisa bikin mood kita jadi baik karena ada peningkatan hormon endorfin yang bikin kita merasa happy. Enggak harus olahraga yang berat. Olahraga kecil-kecil semacam jogging, senam, juga bisa. Sesibuk apapun aktivitas harian, asal kita menyempatkan waktu buat olahraga, pasti bisa kok. Minimal cuma 30 menit. Setengah jam doang loh.
Tidur cukup, udah. Olahraga, juga udah. Pola makan juga harus dijaga, salah satunya membatasi konsumsi gula dan kafein. Terlalu banyak gula bisa bikin berat badan naik dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Kafein juga jangan over. Cukup dua cangkir sehari dan imbangi dengan konsumsi air putih buat menjaga fungsi tubuh.
Cara yang terakhir, simpel banget tapi enggak semua orang bisa melakukannya: ber-syu-kur. Sudah bersyukur hari ini? Berhenti membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Ada seseorang yang punya bentuk tubuh aduhai menarik, sementara kita, misalnya, jauh dari kata menarik karena terlalu berlemak atau sebelas-duabelas sama tiang listrik. Stop! Terlalu banyak membandingkan, apapun, enggak baik buat kesehatan jiwa. Mood bisa gampang terombang-ambing kalau kita tetap membanding-bandingkan.
Bikin jiwa kita sehat sebenarnya enggak susah, cuma kita mau apa enggak menjaganya?
Jogja, 18.01.2018

Rabu, 17 Januari 2018

PENGANTAR

Mood...
                                Mood...


            Mood...


                                             Mood...

Apa ini? Pengantar buat tulisan besok nih. Sekarang waktu sangat terbatas. Daripada hari ini enggak ada update blog. Demi konsistensi.
Jogja, 17.01.2018

Selasa, 16 Januari 2018

KUTUKAN DAN YANG MISTIS, PERCAYA?


Kutukan, mitos, takhayul, dan kawan-kawannya ada sebagian orang yang percaya. Sebagian lagi merasa geli, hari gini masih ada yang percaya klenik dan sesuatu yang enggak masuk akal. Orang-orang tua, sebagian ada yang percaya kutukan dan segala macamnya. Anak-anaknya, cucu-cucunya, pasti juga percaya karena pemahaman dari orang tua memang seperti itu.
Kutukan, menurut kbbi.web.id, artinya kata-kata yang bisa bikin susah seseorang atau bikin kena musibah. Sementara mitos menurut KBBI Online, adalah cerita tentang dewa dan pahlawan zaman dulu yang punya penafsiran asal-usul semesta alam dan manusia yang diungkapkan dengan cara gaib. Takhayul justru enggak berhubungan sama sesuatu yang klenik karena menurut KBBI, takhayul adalah sesuatu yang ada cuma dalam khayalan. Bisa juga percaya sama sesuatu yang dianggap sakti. Enggak melulu mistis bin klenik 'kan?
Sesuatu yang gaib memang ada, tapi dilihat dari sudut pandang kita yang punya pantangan ini nanti jadi begitu, biasanya dibilang mitos, enggak sedikit yang percaya, daripada celaka dan kenapa-kenapa. Takhayul, real-nya, sering dihubung-hubungkan sama makhluk/ kejadian gaib yang masih dirasa abu-abu, antara percaya dan setengah enggak percaya. Kutukan masuk tingkat yang tertinggi. Benar-benar enggak bisa berkutik kalau sampai kena kutukan.
Percaya atau enggak, semua itu berhubungan dengan pikiran kita sendiri. Bisa jadi sesuatu yang kita lihat adalah mitos, salah kaprah yang mereka bilang, karena pikiran kita sendiri. Sesuatu yang sebenarnya enggak ada, tapi justru muncul di pikiran kita. Sesuatu yang gaib memang nyata ada, tapi terlalu menghubungkan kejadian ini sama kutukan, kejadian itu sama mitos, dan lain-lain, dan sebagainya, sebaiknya jangan deh.
Jogja, 16.01.2018

Senin, 15 Januari 2018

SELF SERVICE, UJIAN KEJUJURAN


Self service di negara kita belum banyak diterapkan. Sistem seperti ini sebenarnya menguntungkan customer karena enggak ada lagi curiga-curigaan takarannya enggak pas dan lain sebagainya. Kita sendiri yang mengatur. No tipu-tipu. Salah satu layanan self service di Indonesia ada di SPBU. Apa mungkin satu-satunya? Jangan lupakan kantin kejujuran.
Rasanya awkward banget pertama kali pakai self service SPBU. Biasa dilayani, eh.. ini melayani sendiri. Memang masih belum sempurna, tapi sistem ini perlu dipertahankan dan disebarluaskan. Self service benar-benar menguji kejujuran. Semua tergantung kita. Curang, sangat ada kesempatan karena kita yang pegang kendali. Jujur, kita juga yang memilih. Self service memberikan pilihan sekaligus ujian kejujuran.
Kalau mau benar-benar self service, paling enak pakai uang digital. Enggak perlu ribet ada kembalian apalagi mengharuskan uang pas. Self service di negara manapun pasti menggunakan uang digital untuk pembayaran. Lebih praktis dan menghilangkan kesempatan curang. Bukan enggak mungkin 'kan ada oknum yang mengambil uang kembalian lebih atau seharusnya enggak ada uang kembalian, tapi sengaja diada-adain.
Supermarket di Inggris, dari satu artikel di bbc.com, banyak yang pakai sistem self service. Pembeli enggak perlu antri di kasir, cukup scan belanjaan sendiri, masukan kartu kredit atau uang ke mesin sebagai pembayaran, keluar kuitansi dan uang kembalian, selesai. Bahkan kasir mandiri ini enggak ada petugas jaga. Benar-benar mandiri. Memudahkan dan praktis tanpa harus antri kayak di kasir biasa.
Kejujuran itu pilihan setiap orang. Negara manapun pasti ada kejujuran. Begitu juga kecurangan. Jangan negatif dulu dengan mengatakan kejujuran di Indonesia masih payah. Inggris, juga punya orang-orang yang enggak jujur, khususnya di sistem kasir mandiri ini. Ternyata ada juga pembeli yang enggak bayar dengan memanfaatkan berbagai cara biar bisa mengelabuhi mesin kasir. Kerugian dari kecurangan ini setiap bulannya sekitar Rp 300 ribu, tapi dihitung secara nasional, kerugian dalam setahun mencapai Rp 1,7 triliun! Gimana dengan (orang-orang) negara kita kalau self service ini ada di supermarket? Sungguh ujian sebenar-benarnya ujian.
Indonesia sepertinya belum siap 100% pakai sistem self service. SPBU yang menerapkan sistem ini juga masih menempatkan petugas jaga untuk menerima uang dan mengatur tombol liter BBM. Masih setengah-setengah, tapi okelah. Masih berproses.
Seberapa penting sih self service ini? Kayaknya penting banget. Memang penting! Untuk apa? Untuk menguji kejujuran kita sebagai manusia.
Kapan Indonesia siap?
Jogja, 15.01.2018

Minggu, 14 Januari 2018

KEBLINGER GADGET? JANGAN DEH!


Gadget memang penting di zaman now. Hampir semua informasi bersumber di gadget a.k.a smartphone. Mengenalkan anak pada gadget ada baiknya juga. Enggak selamanya buruk kok. Asal kita bisa benar-benar memberikan gadget sesuai porsinya. Anak usia sekolah bolehlah dibekali gadget, sebatas untuk komunikasi dengan keluarga. Gadget tercipta untuk memudahkan kita. Ada yang sampai keblinger a.k.a menyesatkanmerugikan diri-sendiri, jangan salahkan gadget, tapi salahkan diri-sendiri karena enggak bisa mengendalikan diri.
Gadget buat anak sebaiknya enggak perlu dilengkapi aplikasi multimedia, games, dan segala macamnya. Biarlah anak gaptek, tapi nanti akan ada waktunya anak mengerti fungsi aplikasi-aplikasi itu tanpa keblinger. Tentu orangtua tetap mengawasi anak dalam bergadget-ria.
Masing-masing orangtua juga punya cara mengenalkan gadget sama anak. Ada yang membatasi waktu, hanya di saat tertentu anak boleh menggunakan aplikasi multimedia di gadget. Ada juga yang membiarkan anak gaptek sampai nanti saatnya anak siap menggunakan. Rasanya agak sedih lihat anak-anak, bahkan balita, fokus banget sama gadget. Bukan enggak membolehkan anak mengenal gadget, tapi kalo sampai keblinger, ini yang gawat. Se-edukatif apapun aplikasi di gadget anak, tetap harus dibatasi dan mengimbanginya dengan aktivitas yang mendukung perkembangan motorik, psikologis, sekaligus mengenalkan cara bersosialisasi yang baik. Peran orangtua/ orang dewasa sangat penting untuk membentengi anak biar enggak keblinger karena gadget.
Enggak cuma anak yang dibatasi menggunakan gadget. Kita juga harus punya batasan ketat. Ada satu kasus remaja SMP kecanduan gadget yang efeknya sama kayak pecandu narkoba. Saat muncul keinginan menggunakan gadget tapi enggak terpenuhi, remaja ini akan membentur-benturkan kepalanya di dinding. Psikologisnya terganggu karena penggunaan gadget yang berlebihan.
Gadget punya sisi baik dan buruk tergantung kita sebagai penggunanya. Gadget akan sangat bermanfaat saat digunakan untuk kepentingan bisnis, misal. Aktivitas yang kita lakukan dengan gadget bukan sesuatu yang sia-sia. Kalo kita cuma geser-geser media sosial berjam-jam tanpa ada tujuan yang penting, sungguh enggak berfaedah 'kan?
Kita sudah paham baik dan buruk. Kita juga sudah bisa bersikap bijak dalam menggunakan sesuatu, termasuk untuk urusan gadget. Ya 'kan?
Jogja, 14.01.2018
© B A G U S A D I S A T Y A 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis