Langsung ke konten utama

Postingan

MOBA (DARI) INDONESIA

(wallpapersrc.com) Mobile Legends, Arena of Valor, War Song, terus apa lagi? Dota, League of Legends... Memang banyak game jenis MOBA a.k.a multiplayer online battle arena. Game yang lagi populer banget, apalagi sejak kemunculan Mobile Legends. MOBA dari Indonesia mana nih? Shanghai punya Mobile Legends. China punya Arena of Valor. Jepang enggak mau kalah dengan menghadirkan War Song. Indonesia? Sebenarnya potensi Indonesia bikin MOBA sendiri sangat besar. Banyak karakter yang bisa dibikin bahkan populritasnya bisa menyaingi MOBA lain kalo berhasil dirilis banyak negara. Satu contoh referensi MOBA (asli) Indonesia ada di komik Webtoon "Nusantara Droid War". Kalo ada kreator game Indonesia yang bikin MOBA dari komik ini sangat-sangat bisa. Teknologi bikin game sekelas Mobile Legends dan kawan-kawannya itu di Indonesia masih sangat terbatas ya? Sangat mahal? Enggak ada dukungan dari pemerintah? SDM, Indonesia pasti punya. Kurang promosi? Cuma dikenal sama kalangan tert...

JEJAK DIGITAL

(pexels.com) Jejak-jejak apa yang susah dihilangkan? Jejakmu di hatiku. Kriuk! Garing! Menghapus jejakmu di hati memang susah. Apalagi jejak yang sudah terlanjur membekas dalam. Susah-susah sekali. Oke, ini bukan tulisan tentang galau karena cinta. Ini tulisan tentang jejak digital. Hah? Apa? Jejak digital? Yap! Jejak digital. Sebuah jejak yang sangat-sangat biasa dan banyak terjadi di generasi yang serba digital. Bisa dibilang jejak digital itu kayak museum. Kita bisa menyimpan kenangan, sesuatu yang pernah kita lakukan, tanpa takut kehilangan. Buat sebuah karya, jejak digital perlu dilakukan. Sekarang banyak kreator yang meninggalkan jejak digital di Youtube. Enggak sekarang banget juga sih, tapi sebelum Youtube jadi ladang mencari uang, kreator yang sudah membuat jejak digital di Youtube (lebih dulu) masih bisa menikmati karyanya sampai sekarang. Bahkan kalau dulu pada masanya karya ini benar-benar populer, ada beberapa orang yang juga merekam jejak digital yang sama. Semac...

TENTANG HOTEL

Saya pernah kepikiran buat nyoba sensasi menginap di hotel. Cuma penasaran karena belum pernah ngerasain sensasinya. Kalo pergi ke luar kota dan butuh nginep, biasanya pilih di kolong jembatan sih.. eh enggak ding, maksudnya lebih pilih nginep di rumah teman. Makanya pernah kepikiran nginep di hotel satu malam saja. Iyalah semalam. Harga per malamnya saja wow banget. Berasa kayak biaya bulanan kost eksklusif. Hotel, cuma sehari. Harga sewa kamar hotel beda-beda tergantung bintangnya. Paling tinggi, bintang lima, jelas punya layanan yang menakjubkan. Nginep di sana berasa jadi Presiden dengan segala kemewahannya. Staff-nya sangat profesional, ramah, pelayanan terbaik dari lulusan terbaik sekolah perhotelan. (mungkin? :D) Begitulah kata pegipegi.com. Harga menyesuaikan bintang dan pelayanan. Masih kata pegipegi.com, paling murah itu hotel bintang satu. Pemiliknya yang langsung mengelola hotel. Kamar tipe standar minimal 15, kamar mandi dalam, luas kamar minimal 20 meter persegi. Yah...

KECERDASAN BUATAN

Manusia terus mengembangkan kecerdasan buatan yang kemampuannya bikin geleng-geleng kepala. Semakin lama semakin canggih. Kita lihat sebagai contoh di anime "Chobits" dari CLAMP yang rilis tahun 2002. Bayangkan, di masa itu, teknologi belum secanggih sekarang di tahun 2018, tapi kreator Chobits bikin kecerdasan buatan, persocom, yang sekarang sudah mulai jadi nyata dan ada kecerdasan buatan mendekati persocom di Chobits. Walau belum kayak persocom yang sangat manusia, tapi pelan tapi pasti persocom di Chobits akan benar-benar ada nantinya. Enggak cuma robot yang dibikin semakin canggih dan nyata mirip manusia, tapi karakter-karakter di media sosial, Instagram dan Youtube khususnya, juga dibikin kecerdasan buatan berbentuk manusia yang punya kegiatan seperti manusia. Kizuna Ai, virtual Youtuber dari Jepang, jadi salah satu kecerdasan buatan, hmm... lebih tepat "karakter buatan" kali ya, yang populer banget. Kizuna Ai mengajak manusia berdelusi. Menciptakan s...

JADI TERKENAL ITU GAMPANG

(pexels.com) Jadi terkenal di zaman mileanial begini, gampang. Enggak perlu ribet mikirin kualitas, asal bisa viral, welcome popular! Banyak yang mendadak terkenal, masuk acara TV, jadi selebgram, "cuma" karena viral. Ada yang sengaja biar jadi viral. Ada juga yang sekedar iseng, tapi justru orang lain yang bikin viral. Gampang sih jadi terkenal di masa sekarang. Teknologi makin canggih. Kekuatan media sosial makin wow. Apalagi yang bikin susah? Dulu, sebelum teknologi secanggih sekarang, kita lihat era tahun '80-'90-an bahkan lebih tua lagi dari ini, jadi terkenal enggak bisa instan. Terkenal di sini maksudnya lebih ke dunia hiburan ya. Dulu enggak ada tuh jadi viral dan boom! mendadak terkenal. Gimana mau viral, media yang buat nge-viral-in juga belum sebanyak sekarang, atau bahkan belum ada? Harus step by step, berproses dari bawah banget. Panjat sosial? Panjat tebing, ada. Penyanyi, beneran bisa nyanyi. Aktor, beneran bisa akting. Kata malesbanget.com sih...

INDONESIA YANG TERLALU BAIK

Orang Indonesia dikenal sangat ramah dan murah senyum. Pengakuan dari wisatawan asing, orang Indonesia sangat menyenangkan. Bahkan kalau ada orang Indonesia yang enggak bisa berbahasa Inggris bertemu dengan wisatawan asing (yang tentu bisa Bahasa Inggris), orang Indonesia akan sebisa mungkin memakai Bahasa Inggris juga walau dengan tata bahasa yang sangat apa adanya. Tetap berusaha membantu begitu. Waktu menerima tamu luar negeri, kita juga akan sangat mengistimewakan. Ibaratnya kalau tampil di atas panggung bareng, tamu luar negeri ini juga harus terlihat sebagai "pemeran utama" bukan "pemeran pendukung". Begitulah cara kita mengapresiasi kehadiran tamu berbeda negara. Satu contoh nyata (berdasarkan sudut pandang saya), idol grup Indonesia, JKT48 kedatangan idol grup Jepang, AKB48. Saya waktu itu enggak nonton secara langsung. Cuma sekilas di Youtube. Saya juga sempat nonton sebentar di Youtube, konser bersama AKB48 dan JKT48. Saya jadi punya perbandingan, khu...

DARI MEREKA YANG ENGGAK TERLIHAT

(pexels.com) Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terlihat di mata kita. Bisa saja kejadian kayak gini. Paling mendekati sih keyakinan keberadaan makhluk gaib, makhluk enggak kasat mata. Tuhan juga menciptakan makhluk-makhluk gaib yang "hidup" di dunia yang berbeda dengan dunia kita. Saling berdampingan walau berbeda dimensi. Terus kalau ada makhluk gaib a.k.a hantu yang menampakkan diri, gimana dong? Mereka iseng. Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Kita enggak perlu takut dengan penampakan-penampakan makhluk gaib karena ketakutan terbesar kita hanyalah kepada Tuhan yang Maha Satu, Maha Kuasa, Maha Segalanya. Rasa takut melihat hantu, semisal pocong, kuntilanak dan kawan-kawannya, wajar, karena selama ini banyak media yang mengesankan sosok-sosok seperti ini adalah menyeramkan yang memunculkan rasa takut. Mereka memang ada, tapi jangan sampai membuat kita takut. Yakinlah kita dan mereka sama-sama hidup berdampingan, sama-sama ciptaan Tuha...