Langsung ke konten utama

Postingan

ANCAMAN

(pexels.com) Membayangkan ancaman yang bisa membuat hidup enggak tenang, benar-benar jadi horor paling horor. Makhluk mistis dan sebangsanya, wajar dan manusiawi kita takut, tapi jangan terjebak dengan rasa takut itu. Mereka juga sama seperti kita, sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Jangan sampai ketakutan sama makhluk mistis lebih besar daripada ketakutan sama Maha Kuasa-nya Tuhan. Menghadapi ancaman yang benar-benar nyata di depan mata ditambah sangat susah buat menghilangkannya, bisa membuat kita terkencing-kencing. Putus asa, menyerah, bercampur menjadi satu. Hanya menunggu waktu untuk mengakhiri hidup dimakan oleh ancaman yang bukan mustahil bisa dikalahkan. Ancaman seperti di dunia "Attack on Titan" menjadi horor yang bisa menggentarkan nyali seseorang. Bayangkan kalau kita benar-benar menghadapi ancaman para titan. Apa yang akan kita lakukan? Terus bersembunyi dibalik dinding yang entah sampai kapan bisa kuat melindungi? Para titan yang menyerang dan memakan man...

JANJI NYATA, PERCAYALAH...

(pexels.com) Tuhan memang selalu memberi jalan buat hamba-Nya dengan cara yang enggak disangka-sangka. Selalu ada kejutan yang menyenangkan di depan sana. Satu hal yang harus selalu kita ingat: percaya, janji Tuhan itu nyata. Mungkin bukan sekarang, tapi nanti. Kadang (atau sering?) kita lupa dengan kejutan menyenangkan yang disiapkan Tuhan. Coba diingat-ingat lagi, keinginan-keinginan apa saja yang berhasil diwujudkan? Sudah bersyukur? Tetap percaya dan sabar kalau semua keinginan kita pasti akan dikabulkan Tuhan. Ada waktu yang tepat buat kita menikmati kejutan menyenangkan ini. Ingat, harus terus berjuang dan kurang-kurangi mengeluh. Gimana mimpi bisa jadi nyata kalau terus-terusan bermimpi tanpa ada aksi? Tuhan memang sangat-sangat berkuasa memberikan keinginan buat kita secara cuma-cuma, tanpa ada usaha apapun, tapi apa kita mau sekurangajar itu? Bayangkan, kita mempekerjakan seseorang, tapi justru enggak ada satu pun yang dikerjakan dan langsung minta gaji. Enaknya diapa...

MAKANAN TRADISIONAL

(twenty20.com) Makanan-makanan tradisional dikemas modern, enggak ada salahnya, asal... otentik rasa dan penampilan enggak berubah. Packaging bolehlah sedemikian rupa. Justru rasa yang enggak boleh asal-asalan. Terus apa bedanya sama makanan-makanan tradisional di kaki lima itu dong kalo rasa dan tampilannya sama? Justru ini yang musti dikasih stabilo hijau neon. Rasa dan penampilan yang enggak berubah bisa bikin makanan tradisional yang tadinya dikenal sebatas lokal berubah jadi dikenal secara luas. Mendunia bahkan. Orang-orang perlu tahu rasa yang sesungguhnya dari makanan tradisional yang dikemas secara modern. Khususnya sih rasa ya. Tampilan diotak-atik? Boleh-boleh saja dikreasikan sekreatif mungkin. Enggak menutup kemungkinan berinovasi, tapi rasa haruslah sama. Satu contoh, Nasi Uduk. Makanan berbahan dasar nasi ini paling banyak dijual pagi-pagi dan biasanya buat sarapan. Rasa, jangan ditanya. Pasti bakal ketagihan. Nasi Uduk tanpa lauk dijamin slllurrrppp! Jempolan bang...

BERANI BEDA

Berani beda dari yang lain? Ayo! Enggak sedikit yang justru memilih menjadi sama di antara yang banyak. Bukan maksud hati menarik perhatian, tapi kalo diri-sendiri enggak nyaman, buat apa dipaksa menjadi sama? Tergantung nyaman apa enggak sih. Kalo justru oke-oke saja dengan menjadi sama, lanjutkan. Keputusan berani beda bisa dibilang berani banget. Pasti ada pertentangan, perdebatan, usaha mati-matian mempertahankan menjadi berani beda. Siap-siap dianggap pemberontak dan pandangan-pandangan menusuk yang menguji keputusan menjadi berani beda. Kok kesannya negatif ya? Enggak juga kok. Namanya berani beda pasti melawan arus dari sesuatu yang selama ini menjadi sama. Jangankan berani beda karena alasan negatif. Sebaliknya karena positif juga pasti ada pertentangan. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan melawan pertentangan ini adalah dengan pembuktian, menjadi berani beda itu bisa menghasilkan sesuatu yang baik. Satu contoh, berani beda dengan menjadi mahasiswa. Buat sebagian orang, ...

PERBEDAAN

(pexels.com) Bisa menerima perbedaan enggak? Dalam hal kecil, semisal perbedaan pendapat. Bisa? Harus sadar banget hidup ini memang banyak perbedaan. Rasanya pengen berkata kasar sama manusia yang enggak bisa menerima perbedaan. Kalau sekedar enggak suka, yah.. namanya juga hidup pasti ada like dan dislike, tapi sampai benar-benar menyingkirkan, ini yang bikin apa banget. Segitunya? Pasti ada di belahan bumi ini manusia-manusia seperti ini. Perbedaan harus dimusnahkan demi memperbanyak persamaan. Sedih dan ada banyak rasa sama manusia macam ini. Bukannya perbedaan itu indah? Bukannya perbedaan itu menarik? Sama kayak Indonesia yang berbeda-beda tapi tetap satu. Ada yang berpendapat A, B, C, wajar. Masing-masing punya alasan mengeluarkan satu pendapat. Enggak ada benar atau salah. Dalam team, perbedaan-perbedaan ini bisa digabungkan jadi satu kata sepakat buat semua. Pasti ada juga pendapat yang ditolak karena alasan tertentu. Jangan patah arang apalagi sampai walk out. Kesal, ...

JALANAN PUNYA DRAMA

(pexels.com) Jalanan kadang bisa bikin kita drama. Biasanya sih gegara pengendara yang enggak tahu aturan (atau enggak peduli?). Lebih bikin greget sama kecelakaan karena enggak tertib lalu lintas. Apa susahnya berhenti di lampu merah 1 - 2 menit? Satu orang enggak peduli aturan lalu lintas, orang lain yang tertib bisa kena getahnya. Hati-hati selama berkendara iya, tapi masih saja ada orang lain yang justru sebaliknya. Tipikal pengendara kayak gini sih yang bikin drama banget. Seberapa taat kita sama aturan lalu lintas, terutama berhenti waktu lampu merah? Tertib cuma pas ada polisi? Kesadaran diri-sendiri sih. Semoga yang (pura-pura) belum sadar, bisa segera disadarkan. Keselamatan berkendara wajib banget kita lakukan. Manfaatnya bukan cuma buat diri-sendiri tapi juga buat orang-orang di sekitar. Seorang teman pernah bilang, di suatu daerah di Sumatera, tertib lalu lintas hanyalah angan semu. Katanya sih masih banyak yang egois dan enggak kasih kesempatan buat menyeberang, p...

COWOK YANG MENJUAL

(pexels.com) Cewek jadi objek yang menjual, biasa. Cowok jadi objek yang menjual? Ada. Belum banyak, tapi beberapa produk ada yang memakai model cowok. Dulu memang cewek yang lebih banyak digunakan sebagai "alat" promosi, tapi karena semakin banyak cowok metroseksual, produk yang menggunakan cowok untuk mendongkrak penjualan juga semakin banyak. Sekarang, sampai tulisan ini ditulis, cewek dan cowok punya porsi yang enggak jauh beda buat mempromosikan sesuatu. Tentunya cewek dan cowok yang enak dilihat. Entah siapa yang membuat aturan, definisi enak dilihat adalah tinggi semampai, berkulit putih, mulus, atletis, dan terlihat begitu sempurna. Makanya mereka yang terlibat dalam industri ini terlihat begitu wow dan membuat sebagian yang lain minder dibuatnya apalagi kalau dalam satu ruangan. Cowok "cantik" sekarang banyak. Sebenarnya "cuma" cowok yang merawat diri lebih giat dari cowok kebanyakan. Wajar penampilan mereka begitu mengagumkan. Seperti apa ...