Langsung ke konten utama

Postingan

(FILM) SUPERHERO

Tiap selesai nonton film di bioskop, selalu ada kepuasan. Semacam bilang sama diri-sendiri, ini film worth it, enggak nyesel nonton film ini, emang ini film awesome banget, dan bla.. bla.. bla.. yang intinya puas nonton film. Kalo nonton di bioskop tapi enggak puas, halo.. itu tiket dibeli pake uang, bukan pake daun. Kali ini aku juga puas banget nonton Justice League di hari-hari terakhir penayangan. Kayaknya mendekati terakhir. Merasa beruntung akhirnya nonton film ini juga setelah kemarin-kemarin dan kemarinnya lagi enggak jadi nonton. Wonder Woman dan Thor terlanjur skip. Padahal aku suka banget film-film superhero macam ini. Spoiler enggak ya? Udah nonton Justice League 'kan? Jadi gini ceritanya... Ups! Enggak mau spoiler. Film keren begini harus jadi koleksi. Aku jadi kepikiran beli DVD originalnya. Justice League jadi keren karena didukung visual efek yang keren. Kalo film superhero Indonesia bisa digarap secanggih ini, aku yakin bakal sama kerennya. Visual efek di J...

BERDAMPINGAN DENGAN KEBERAGAMAN

Hidup berdampingan dengan orang lain jauh lebih indah dibanding hidup berdampingan hanya dengan sesuatu yang enggak bernyawa. Pasti indah banget kalo bisa harmonis dengan banyak orang dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Seperti Indonesia, bhineka tunggal ika. Sayangnya, kenyataan enggak seindah harapan. Masih ada di belahan bumi ini, bahkan di Indonesia kita, segolongan orang yang enggak mau baik hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda. Bukankah dengan perbedaan akan terlihat jauh lebih indah? Sesuatu yang sama, enggak ada perbedaan sama sekali, pasti membosankan. Perbedaan justru membuat kita lebih bisa menghargai keberagaman. Rasanya terharu kalo ada seorang Kristiani yang mengingatkan seorang Muslim untuk sholat saat adzan mengudara. Rasanya indah banget kalo seorang Muslim mengingatkan seorang Kristiani beribadah di hari Minggu. Perbedaan. Keberagaman. Bukankah semua itu justru melengkapi sebuah keindahan? Aku sebenarnya punya pertanyaan yang mungkin aka...

SUKA SEKALI.. SUKA SEKALI.. SUKA SEKALI..

Demi apa menembus hujan hampir tengah malam? Demi sesuatu yang diperjuangkan. Sesuatu yang disuka. Sesuatu yang selalu diusahakan, apa pun keadaannya. Termasuk menembus hujan jelang tengah malam. Begitulah yang namanya suka 'kan? Enggak peduli hujan, panas, dingin, terik, kalo suka ya tetap diperjuangkan. Hasilnya nanti sepadan atau enggak dengan perjuangan yang udah dilakuin, jadi urusan nanti. Berjuang saja dulu. Manisnya pasti akan terasa nanti-nanti kok. Kata KBBI, suka (su.ka) adalah keadaan senang, girang, senang hati, menaruh kasih, sayang, cinta. Punya arti yang positif banget ya. Pasti enggak bakal berpikir dua kali buat memperjuangkan sesuatu yang disuka, bisa orang/ benda, bisa juga minat/ ketertarikan. Suka sama orang, pasti bakal merasa nyaman ada di dekat orang yang disuka. Pengennya bareng-bareng terus. Suka sama benda, pasti bakal hati-hati banget pas lagi dipake. Sesuatu kesayangan begitulah. Suka sama minat, semacam aku yang suka nge-blog. Harus terus diperj...

JAIM? PERLU ENGGAK SIH?

Jaga image perlu juga kita lakuin, terutama buat orang/ lingkungan baru. Sebagian orang merasa jaim a.k.a jaga image itu enggak perlu. Kalo kita udah merasa nyaman di lingkungan baru, udah merasa dekat dengan orang baru, kita enggak perlu jaim. Jadilah apa adanya diri kita. Kalo masih baru kenal, apalagi sama stranger, jaga image-lah. Bukan sok pencitraan, tapi kesan pertama yang kita bikin jangan sampai menjadi aneh dan enggak sesuai sama yang kita pengen. Btw, pencitraan itu perlu loh. Pencitraan sewajarnya dan enggak dibuat-buat. Misal, aku mencitrakan diri sebagai cowok yang peduli dengan pola hidup sehat. Real, aku memang berusaha menjaga hidupku dengan aktivitas yang menyehatkan. Orang-orang yang ada di circle -ku juga mencitrakan aku sebagai cowok yang peduli gaya hidup sehat. Pencitraan yang dibuat-buat, mirip topeng yang dipake cuma buat keperluan pertunjukan. Bersikap begini dan begitu, tapi begitu kamera dimatikan, tipikal pencitraan dibuat-buat seperti ini pasti aka...

INDONESIA DAN MALAYSIA

Rasanya geli sekaligus greget kalo ada war antara (yang merasa membela) Indonesia dan (yang merasa membela) Malaysia. Apalagi kalo ada pertandingan, semisal sepakbola, antara Indonesia dan Malaysia. Pasti banyak tuh yang ribut ono-ini. Belum lagi tentang pencaplokan budaya dan kawan-kawan. Enggak ada habisnya. Mereka, yang war itu, enggak paham atau pura-pura lupa, Indonesia dan Malaysia masih satu rumpun. Ada kemiripan, wajar. Enggak usah saling merendahkan. Bangga jadi Indonesia buat orang Indonesia dan bangga jadi Malaysia buat orang Malaysia, sah-sah saja, tapi jangan merendahkan yang lain. Masing-masing punya kehebatan dan keunggulan. Kekurangan, jelas ada. Jangan jadikan kekurangan sebagai bahan war bahkan dijadikan pemicu perpecahan . Sungguh enggak bermutu. Manfaatnya apa? Merasa membela Indonesia? Merasa membela Malaysia? Memperkeruh hubungan, iya. Indonesia dan Malaysia punya sejarah yang sama. Kata dream.co.id, dulu Malaysia banyak belajar dari Indonesia. Dulu sekal...

SEPATU (RATUSAN RIBU)

Dulu enggak kenal sepatu original harga ratusan ribu. Sangat jarang, justru belum pernah, dulu beli sepatu yang harganya di atas Rp 100 ribu. Paling mentok Rp 80 ribu. Rp 100 ribulah. Standar harga sepatu waktu masih zaman sekolah. Namanya juga di desa, harga segitu wajar. Justru yang harganya ratusan ribu rupiah yang enggak wajar. Mampirlah ke satu pasaraya di kota kecilku. Bukan mall, tapi pasaraya. Tempat belanja legendaris. Sangat-sangat langka kesempatan bisa belanja di tempat ini karena buat beberapa orang, datang ke pasaraya ini semacam jadi piknik gitu. Harga sepatu di sini mulai dari Rp 100 ribu. Entah sepatu original atau KW, yang jelas, bagi kebanyakan orang di desaku, harga sepatu yang dijual pasaraya ini jelas enggak masuk akal. Siapa yang mau beli sepatu semahal itu? Cuma orang kebanyakan duit yang (mau) beli. Sekarang beda banget. Sepatu Rp 100 ribu? Bukan sepatu original. Baru pake beberapa kali, jebod. Bukan KW super pula. Harga sepatu Rp 200 ribu - Rp 300 ribu, b...

PILIH KADO YANG MANA?

Pernah merasa bingung ngasih kado buat seseorang? Apa ya? Mau kado yang biasa-biasa atau kado yang berkesan? Kalo kado yang biasa, misal kado pernikahan, bisa pilih barang pecah-belah/ bedcover. Banyak yang memilih dua ini jadi kado pas datang ke acara nikahan. Kalo kado yang enggak biasa, pilih sesuatu yang bisa ngasih kesan tertentu, entah barangnya lucu, beda dari yang lain, atau kalo mau modal besar dan terlihat wow, kasih kado emas batangan, berlian, permata. Pernah lihat kado pernikahan, bukan mas kawin loh, seberharga ini? Ka.do, hadiah atau pemberian (untuk yang berulangtahun, menikah, melahirkan, dan bla bla bla), kata KBBI. Sebagian orang pengen ngasih kado yang enggak biasa. Out of the box dan enggak ikut-ikutan yang lain. Tipikal orang seperti ini enggak mau asal-asalan pilih kado. Bahkan bisa jadi kado disiapkan jauh-jauh hari. Harus kado yang berkesan. Sebagian yang lain justru sebaliknya, enggak ambil pusing mau kasih kado apa. Standar kayak orang-orang kasih kado...