Langsung ke konten utama

Postingan

PUBLIC ANNOUNCER RADIO'S DAY (PARD)

Berkesan. Ilmu nambah, teman baru. Suasananya heterogen pula. Selama ini sudah terbiasa dengan suasana yang homogen. Suasana yang berbeda membuatku lebih menghargai sebuah perbedaan. Teman baru: Ajeng, Aniz (Sanata Dharma), Lily, Mala, Fakhry, Rere, Grace (MMTC), Dita, Aan (Amikom), Putri (UNY), Iyi (Mercubuana), banyak lagi deh cuma aku nggak ingat semua.

DUA DUNIA

Beda konsentrasi, beda juga tugas kesibukan. Anak-anak Broadcast Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga 2011 tengah sibuk badai dengan tugas Jurnalistik Penyiaran. Tugas kelompok pasti ada drama di dalamnya. Beda pendapat dari orang beda karakter. Perlu startegi yang tepat dan bisa diterima semua. Jangan sampai deh ada yang merasa tersakiti karena debat pendapat dan akhirnya mutung sama anggota kelompok. Nggak enak banget tuh.

HARAPAN ITU PASTI ADA

Bermimpi setinggi langit nggak masalah kan? Punya harapan dan keinginan apapun itu (asal positif sih), nggak bakal ada yang ngelarang ya. Nggak melanggar hukum juga. Nggak ngerugiin kamu juga. :D :P Nggak salah dong dengan jumlah UN 15.90, Adikku, Khamdy daftar di MTsN Klirong? Nggak ada yang ngelarang kan? Mungkin kamu bertanya-tanya, MTsN Klirong?

SELAYANG NOSTALGIA DAN LUCKY CHARM

Setelah sekian lama nggak menginjakkan kaki di MTsN Klirong, pagi tadi aku kembali bernostalgia di madrasah almamaterku. Bukan reuni, tapi mengantar Khamdy, adikku yang akan melanjutkan pendidikan selepas SD. Belum banyak yang berubah dari MTsN Klirong. Kenangan-kenangan selama tiga tahun aku menimba ilmu disana bermunculan. Perubahan memang ada, tapi nggak banyak. Ruang Guru yang berada di lantai bawah, sekarang bertukar tempat dengan perpustakaan. Sementara perpustakaan MTsN Klirong pindah ke Ruang BP/ BK. Entah dimana sekarang Ruang BP/ BK. Kantin juga pindah entah kemana. Apa mungkin sekarang nggak ada kantin di dalam madrasah ya? Pernah dengar sih katanya kantin pindah keluar. Entah disebelah mana aku nggak paham.

JUST STORY

Postingan pertama Juni 2013. Cukup lama nggak mampir ke "rumah" sederhanaku ini. Bukan karena sok sibuk sih, tapi enggan. Rasanya kok berat ya mau nulis di blog. Selain akses internet yang terbatas, terkadang saat tengah berselancar di dunia maya, lupa buat nulis disini. Maaf ya.

BEAUTY INSIDE

Alkhamdulillah. Beauty Inside, Story 45, Juni 2013 Hewan sihir sedang populer di Cloverland. Banyak anak muda yang rela menabung demi memilikinya. Kekuatan hewan sihir sangat beragam, mulai dari perisai hingga kekuatan penyembuh. Theo pun ingin memiliki hewan sihir. Namun harganya yang sangat mahal membuat ia harus menabung dan mencari pekerjaan paruh waktu lebih banyak. “Kau yakin menginginkan hewan sihir, Theo?” Kata Loki, sahabat sejak kecil Theo.             “Aku harus memiliki hewan sihir. Kekuatan mereka cukup mengagumkan sebagai hewan peliharaan.” Loki menyeruput kopi susu hangatnya pelan. Senja baru saja berubah menjadi malam. Kafe yang biasa menjadi tempat nongkrong bagi Theo dan Loki masih sepi. Biasanya jika malam sudah larut, pengunjung akan berdatangan untuk sekedar ngobrol sambil menikmati secangkir kopi.

BAKAT?

Pengen banget jadi penyiar radio. Bekerja sesuai dengan keinginan hati pasti asyik. Nggak berasa kerja karena dijalani dengan bahagia. Ini berlaku untuk semua hal sih. Kalo kita melakukan suatu pekerjaan dengan hati yang bahagia, pasti akan terasa nikmat. Dinda diterima di Kota Perak FM. Arik di Radio Q. Wah... hebat mereka. Seenggaknya satu langkah lebih maju dariku. Seandainya dulu... (Ah, stop! Nggak penting ngebahas masa lalu.) Seharusnya saat Radio Q ngebuka lamaran, aku ikutan kirim juga. (Eh, stop!) Modal aja nekatnya, dan pastinya juga ikhtiar, latihan terus. (Berhenti!) Nggak usah peduli dengan kemampuan diri yang rasanya baru segini-gini aja. (Hentikan, kataku!) Justru melamar di radio komersil itu termasuk bentuk pelatihan diri. Disana pasti ada training sebelum benar-benar on air. (Hentikaaan! Jangan cerita!) Ah, begitulah yang namanya penyesalan. Klise sebenarnya perkataan, "Penyesalan selalu datang belakangan." Klise banget.