Kamis, 27 Juni 2013

DUA DUNIA

Beda konsentrasi, beda juga tugas kesibukan. Anak-anak Broadcast Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga 2011 tengah sibuk badai dengan tugas Jurnalistik Penyiaran. Tugas kelompok pasti ada drama di dalamnya. Beda pendapat dari orang beda karakter. Perlu startegi yang tepat dan bisa diterima semua. Jangan sampai deh ada yang merasa tersakiti karena debat pendapat dan akhirnya mutung sama anggota kelompok. Nggak enak banget tuh.




Kelihatannya konsentrasi Jurnalistik nggak sibuk macam Broadcast. Kelihatannya juga Jurnalistik lebih santai, lebih woles. Iyakah? Ah, nggak juga. Tiap konsentrasi pasti ada hal yang menyita waktu, energi, pikiran, dan semua. Nggak cuma Broadcast doang.

Dedy bilang, Jurnalistik itu perlu yang namanya bakat karena ilmunya itu nggak kelihatan. Beda dengan Broadcast yang ilmunya jelas-jelas kelihatan, macam ngedit, kamera, etc. Bangga juga sih dengar komen begitu. Anak-anak Jurnalistik memang istimewa. Makanya angkatan 2011 ini hanya dua kelas. Beda dengan Broadcast yang tiga kelas. Sejak awal memang Broadcast menjadi primadona. Dulu saat aku Semester Satu, hampir semua pengen masuk Broadcast. Aku jadi ingat alasan utamaku masuk UIN Sunan Kalijaga, Komunikasi dan Penyiaran Islam, karena Jurnalistik. Pilihan pertama saat SNMPTN 2011 dan alhamdulillah diterima yang pertama di KPI untuk jalur SNMPTN Ujian Tulis. :) (Bangga? Alhamdulillah ya ^ ^)

Bukan bermaksud sombong ya, hanya sekedar berbagi cerita. Semua hebat kok. Hebat dengan konsentasi dan passion masing-masing. Bakat memang berpengaruh, tapi kalau bakat nggak diasah, sama saja bohong.
(Jogja, 27 Juni 2013)

0 komentar:

Posting Komentar

© B A G U S A D I S A T Y A 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis