Langsung ke konten utama

Postingan

MASA ITU Part. 1

25 Februari 2013 pukul 20.40 Aku tiba-tiba ingin berbagi cerita tentang masa-masa kost-ku saat Aliyah. Sekarang, rasanya kangen juga dengan kost sederhana itu. :) Aku mulai mengenal kehidupan kost saat duduk di bangku Aliyah tahun pertama. Aku kost bukan tanpa alasan. Selain jarak yang jauh, 18 km, demi itu aku juga harus rela (dan Insya Allah ikhlas ^ ^) bangun leeebih pagi dan harus sudah di angkot pukul 06.00 bersama ibu-ibu penjual sayur. Lebih dari jam itu, angkot selalu penuh yang di dalamnya rata-rata anak sekolah. Jujur saja, aku nggak suka dengan angkot yang terlalu penuh. Bikin susah pas mau turun. Apalagi kalau posisi di belakang. Menerjang desak-desakan di dalam angkot saat akan turun, sungguh sesuatu, apalagi dengan postur yang di atas rata-rata ini. :P

PARIS

Alkhamdulillah pagi ini aku bangun sebelum adzan subuh berkumandang. Jadi bisa sholat subuh berjama'ah di Masjid SuKa. Kenikmatan saat bisa sholat jama'ah, tepat waktu pula, sungguh terasa. Hati rasanya tenang dan damai. Minggu pagi, 24 Februari 2013, aku dan teman-teman De-Ha, kostku, ngadain touring ke Paris a.k.a Pantai Parangtritis. Bagi sebagian orang, Paris tentu biasa saja. Bagiku juga sama. Paris terlihat sama saja dengan Pantai Petanahan, Pantai Suwuk, pantai yang pernah kukunjungi. Aku belum pernah berkunjung ke pantai yang berhasil membuatku takjub akan keindahannya yang subhannallah sekali. Pantai-pantai yang aku sebutin itu memang memiliki keindahan tersendiri, tapi bagiku biasa saja. :D (Mungkin karena sering ke Pantai Petanahan dan Pantai Suwuk kali ya)

The First On Air

"Agus, Khoir, siap-siap ya on air Buku Harian jam 11," kata Lukman Haswara, GM Rasida FM. Aku yang tengah membuka Adobe Audition dan Zarra Radio, siap-siap buat VO, langsung kaget. Kaget sekaligus speechless . Dua-duanya campur jadi satu. On air ? Wow! Aku dan Khoir langsung antusias. Doni yang ingin VO juga, kebagian siaran di Hiruk Pikuk. Sendirian alias single .

Take and Give

Setelah beberapa minggu training dengan jadwal yang sudah diatur, mulai Senin, 6 Januari 2013, prinsipnya: siapa yang butuh, dia yang minta. Seperti sekarang ini. Mentor, banyak; Mba Desy, Mba Rara, Mba Emma, Ima, Imas, Iyun, Mas Kamal, Mas Vedy. Aku tinggal minta ke mereka saja untuk jadi mentor-ku. Mau atau nggaknya, itu urusan belakangan. Ya, mungkin nanti aku akan memintanya dengan waktu yang tepat. Nggak selamanya disuapin, suatu saat harus makan sendiri. Aku jadi ingat perkataan Pak Inung, guru Bahasa Inggris-ku di tsanawiyah, "Kapan mau bisa kalau disuapin terus?" Waktu itu aku ada sedikit problem sama Pak Inung. Aku sudah lulus dari tsanawiyah. Aku lumayan sering nanya kosakata dalam Bahasa Inggris. Nah, disitulah Pak Inung bilang begitu ke aku, via SMS. Aku ngerasa nggak enak banget. Hingga sekarang pun, saat aku ingat kejadian itu, perasaan jadi nggak enak. Nggak cuma di Rasida sih yang punya prinsip: siapa yang butuh, dia yang nyari. Hampir di semua tempat punya...

Pacitan Travelers

"Gus, bangun!" Tepat Raisa menyanyikan Could It Be, pintu kamarku diketuk. Pukul 2.30 pagi. De-Ha nggak seperti biasanya. Jumat, 4 Januari 2013, De-Ha Family bangun leeebih pagi, mandi leeebih awal. Hari itu istimewa. Istimewa karena De-Ha Family akan touring ke Pacitan. Bisa dibilang touring sih walau tujuannya kondangan. Tapi karena jauhnya dan kesana naik motor, jadi touring deh. Bagiku ini terlalu rempong. Hello... bisa nggak sih kita berangkat ke Pacitan setelah sholat subuh? Slow saja. Rencana, langsung cusss ke Pacitan jam 3 subuh, tapi karena kebiasaan jelek yang susah banget diilangin a.k.a ngaret, jam 4 subuh kurang lebih, kami langsung cusss ke Pacitan setelah sebelumnya nunggu Mas Panca di depan Polres atau Polsek Gunungkidul (rada lupa) dan sholat subuh di pom bensin yang aku lupa namanya. Yang jelas ada di Gunungkidul yang jalannya belok-belok lumayan ekstrim.

Behind The Story: Mudik

Mudik menjelang pergantian tahun. Beberapa cobaan turut menemani. Pertama, ban bocor sebelum aku mudik. Hari Minggu, bengkel terdekat dengan kost-ku tutup. Sempet bingung juga. Gimana nih? Untungnya Doni mau bantuin aku. Doni nyari bengkel yang buka dan akhirnya ketemu. Fiuuuh... alkhamdulillah. Kali ini aku makasih banget sama dia. Kedua, mudik terlalu sore. Manusia memang hanya bisa merencanakan, Tuhan yang menentukan. Rencana awal sih mudik jam 1 siang gitu, tapi Live Class Rasida yang cetarrr membahana bareng Lukman Haswara molor sampai hampir jam 3 sore gitu. Buat ujian anak Semester Lima sih. Mudik kesorean, hujan pula. Hujan itu berkah, tapi kalau aku boleh request , hujannya turun pas aku udah di rumah.

Dekat tapi Jauh

Tahun lalu, ada beberapa penghuni De-Ha, my dormitory , yang nggak aku kenal. Bukan nggak dikenal dalam arti aku nggak mengenalnya. Aku tahu namanya, aku tahu sedikit tentangnya, tapi aku nggak akrab dengan mereka. Tahun lalu terjadi sama Mas Zen. Tahun ini terjadi sama Novan dan Richi. Trus kayaknya sekarang ada penghuni baru lagi dan aku nggak tahu siapa. Pengganti penghuni kamar Rois. Mas Arfi pindah ngontrak, kamarnya diambil alih sama Rois. Dan kamarnya Rois diambil alih sama orang lain. Ya, emang ada penghuni baru, kayaknya. Mau nyapa duluan, ah... sebenernya bisa aja, tapi... Hmmm... kaku, awkward . Pengennya sih natural aja. Kenal dan dekat dengan semuanya, tapi apa daya belum bisa juga. Mungkin nanti...