Langsung ke konten utama

Postingan

WAKTU DAN PERJALANAN

Waktu terus berjalan. Nggak melambat atau bertambah cepat. Waktu terus berputar dan semakin jauh perjalanan yang kita lakukan. Tanpa sadar sudah berada di tahun sekian. Seolah waktu berjalan dengan begitu cepatnya. Mengingat kembali perjalanan yang lalu-lalu membuatku merasa nano-nano . Bukan karena bersedih tapi ada rasa kangen di tahun-tahun itu. Dulu dan sekarang nggak akan sama. Masing-masing punya cerita. Bagiku dulu ya dulu dengan segudang ceritanya. Sekarang ya sekarang lengkap dengan ceritanya juga. Aku nggak merasa masa ini lebih baik dibanding masa yang lain. Semua perjalanan waktu ada indah-indahnya untuk diceritakan lagi hari ini. Tahun ini aku akan... yah... pasti ada perubahan. Pasti ada cerita. Semoga be nice to me . Aku ingin cerita yang baik-baik. Semoga tetap didekatkan dengan kebaikan. Ada satu hal yang aku... entah khawatir atau apa tentang waktu yang terus berjalan maju. Perubahan. Nggak semua perubahan aku mengkhawatirkannya. Hanya saja... Apa aku siap dengan peru...

MENJADI KEPOMPONG

Nggak melihat dunia luar sekian hari. Nggak bersentuhan dengan gadget. Aku merasakannya dengan sabar iya. Ada nggak sabar-sabarnya juga tapi dikuat-kuatkan hati. Kalo cuma nggak sabar mungkin malah jadi makin lama proses yang aku jalani. Berasa kayak kepompong. Ulat menjadi kepompong untuk bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Aku menjadi "kempompong" untuk apa? Untuk jadi orang yang lebih baik lagi. Menjadi versi terbaik diriku yang aku bisa. Klise ya? Nggak. Semua ini dimulai suatu siang, sehari sebelum Lebaran. Beberapa hari sebelumnya aku udah merasa not feeling well. Buat makan bahkan minum ada rasa pahit-pahitnya. Tipis tapi aku tahu sedang nggak baik-baik saja. Siang itu aku ngerasa lemaaas... banget. Benar-benar beda banget kondisi badannya. Perpaduan demam sepertinya. Aku merasa pusing tapi bukan sakit kepala yang bikin nyut-nyutan, rasanya enek gimana, sangat-sangat nggak enak. Aku masih tetap puasa waktu itu. Nggak ada niatan ngebatalin. Sekitar jam 2 siang aku masih...

(MERASA) TERJEBAK

Ada orang yang merasa terjebak dengan pilihannya sendiri. Ada juga yang merasa terjebak dengan dirinya sendiri yang sudah diciptakan Tuhan dengan versi terbaik. Kenapa merasa terjebak? Merasa nggak yakin mungkin. Padahal kalo dilakuin sebaik mungkin nggak bakal ada perasaan sia-sia dan sejenisnya. Emang sih kadang susah menerima sesuatu yang bisa jadi nggak ada masalah dengan diri kita. Perkara karena nggak yakin jadinya malah merasa yang dilakuin nggak maksimal. Makanya harus merasa 100% dengan apa yang lagi dilakuin. Satu hal yang mungkin nggak segampang itu dilakuin. Apalagi kalo belum apa-apa udah minder duluan gara-gara pikiran sendiri/omongan orang. Kadang ada omongan orang mengubah apa yang kita yakini 'kan? Kayak jadi goyah dan nggak yakin. Walau omongan orang nggak ada salahnya juga kita dengerin tapi nggak melulu 'kan? Kalo tiap omongan orang kita perhatiin kayaknya bakal susah majunya. Ada porsinya sendiri. Yuk semangat menjalani apa pun yang terbaik untuk kita. Semo...

MENGENANG WAKTU

Jejak digital! Hei! Bukan kok. Bukan jejak digital yang merusak reputasi tapi aku baruuu... baca ceritaku di sini pas awal-awal punya blog. Aku lupa sih kali pertama bikin blog di tahun aku cerita itu apa bukan. Terposting cerita di 2012. Ceritaku paling awal. Wah... bisa nostalgia nih. Beberapa cerita aku baca. Aku masih ingat banget momennya. Daaan... aku sekarang menilai waktu itu aku julid ya. Wkwkwk. Ceritanya nggak pakai filter dan berasa banget julidnya. Oh iya di era itu 'kan aku tanpa tedeng aling-aling pas cerita virtual alias di blog dan terutama Twitter. Facebook iya juga tapi eranya sudah lewat setahun atau dua tahun sebelumnya. Kok bisa ya aku sejulid itu? Tanpa penghalusan makna pula. Ternyata setelah aku baca ceritaku di tahun itu, aku jadi merasa ada perubahan dalam diriku. Tiap orang pasti berubah. Sekarang aku menilai diriku sendiri lebih wise. Nggak meledak-ledak, lebih menjaga perasaan. Waktu era ceritaku yang julid vibes itu aku lupa rasanya. Apa ada menjaga p...

TERHANYUT DALAM FANTASI

Udah sering kayak gini dan sekarang terulang lagi? Harus ada batas antara realita dan ilusi. Sadar, woy ! Jangan bermain api kalau nggak mau kena luka bakar. Ini malah main api dengan riang gembira. Heran! Lagian apa enaknya? Kamu cuma menikmati ilusi yang sampai kapan pun nggak akan jadi nyata. Kecuali kamu masuk ke dunia Hogwarts dan meminum ramuan Polijus. Kalau bisa masuk pun nggak semudah itu bisa meminum ramuannya. Ini ngomongin apa sih? Random aja. Lagian siapa juga yang baca? Wkwkwk. Ada kok pembacanya. Jejak digital yang suatu hari nanti bisa saja jadi konsumsi publik. Makanya sekali pun aku bisa banget bercerita tanpa batas tapi aku tahu sebaiknya jangan melakukan itu. Siapa yang tahu nantinya cerita-ceritaku di sini bisa dibaca banyak orang? Siapa yang tahu suatu hari nanti aku jadi orang terkenal. Ha ha. Nggak sih. Aku nggak sampai ke sana berkhayal jadi orang terkenal. Menjalani kehidupanku yang sekarang, alhamdulillah, menyenangkan. Tetap ada roller coaster nya tapi aku b...

SEJAUH MANA

Gimana 2024? Aman? Baru berjalan 18 hari dan ada yang bilang jalannya lambat sekali seperti siput. Mungkin iya, mungkin juga nggak. Tergantung kita yang ngerasain. Aku merasa Januari ini berjalan seperti bulan lainnya. Nggak merasa melambat atau terlalu cepat. Mungkin karena aku ikut 30 Hari Bercerita. Jadi day by day nggak berasa pelan. Nggak merasa beban juga karena aku menikmati challenge yang khusus diadakan di Januari ini. Gajian Desember maju di Desember. Biasanya 'kan gajian bulan A dibayarnya bulan B. Misal gajian Januari ini nih yang dibayarkan nanti di 1 Februari. Senang gajian kemarin jadi double tapi ya gimana ngatur keuangannya yang jadi tantangan. Apakah dengan gajian maju masih bisa survive sampai gajian berikutnya? Atau justru terseok-seok dan akhirnya pinjam di pinjaman online? Aku mau cerita sedikit tentang seseorang. Dia di Januari ini banyak banget pinjam di pinjaman online. Mulai dari nominal Rp2 juta, Rp1.5 juta, Rp500 ribu. Bahkan dia melakukan pinjaman onl...

TAKUT

Kita butuh rasa takut. Biar kita ingat ada yang lebih dari kita. Biar kita nggak bersikap sembarangan. Takut bukan berarti menyerahkan diri dan tunduk. Ada takut yang tercipta agar kita saling menghormati. Tergantung dari jenis takut yang kita rasakan. Takut akan kuasa Tuhan pasti membuat kita berserah dan tunduk. Takut akan adanya sesuatu yang gaib karena kita menghormati keberadaannya. Takut karena imajinasi-imajinasi yang kita bikin sendiri? Ada juga jenis takut yang tercipta dari isi pikiran. Takut yang sebaiknya dilawan. Takut akan omongan orang, takut akan hal-hal yang belum terjadi, takut yang membuat kita overthinking , cukup. Cukup sampai di sini. Rasa takut itu memang perlu tapi jangan membiarkan diri kita dikuasai olehnya. Seperlunya. Secukupnya. Ada momen kita harus melawan rasa takut. Bukan hal yang mudah tapi bukan berarti mustahil dilakukan. Saat berhasil melawan rasa takut, ada perasaan lega. Ada rasa takut yang harus dilawan. Rasa takut yang justru mengurung pikiran-pi...