Langsung ke konten utama

Postingan

SEMANGAT

Semangat naik-turun mirip roller coaster, wajar. Jadi enggak wajar kalo semangat turun terus kayak berat badan, tapi enggak naik-naik. Semangat itu diperluin banget waktu ngelakuin sesuatu. Kebayang rasanya? Berasa enggak ada tujuan hidup. Kayak enggak ada artinya hidup seperti ini. Makanya semangat itu perlu banget. Harus! Wajib! Cara meningkatkan dan membangkitkan semangat? Pertama, harus punya tekad yang kuat. Ngomong sama diri-sendiri kalo pengen membangkitkan semangat. Ingat sesuatu yang menyenangkan juga bisa. Semangat ya. Jangan kasih kendor. Jogja, 28 Februari

AKHIR YANG HARUS BAHAGIA

Satu hal yang kadang dilupakan: kebaikan mengalahkan kejahatan. Sejahat-jahatnya, pasti akan bisa dikalahkan kebaikan. Apa yang kita tanam, itulah yang kita petik. Kebaikan menghasilkan kebaikan. Kejahatan berakhir dengan kejahatan (baca: keburukan). Lupakan dulu kebaikan vs. kejahatan di dunia nyata. Coba lihat kebaikan dan kejahatan di panggung sandiwara a.k.a film. Adakah kebaikan berakhir sengsara? Adakah kejahatan berakhir bahagia bahkan berkuasa? Penonton mana pun pasti mengharapkan kebaikan menang melawan kejahatan. Walau sepanjang cerita, kebaikan selalu ditindas kejahatan, tapi pada akhirnya kebaikanlah yang menang. Salah satu materi kelas skenario yang saya ikuti, membahas tentang sinopsis dan satu syarat mutlaknya adalah happy ending. Bukan sad ending. Apalagi buat karakter baik, harus-wajib-kudu happy ending. Penonton pasti mengharapkan jagoan menang. Sayangnya, saya justru lupa dengan konsep kebaikan menang melawan kejahatan. Saya bikin sinopsis yang justru diakhiri den...

PIKNIK DAN MILAD FLP KE-21 (BAGIAN 2-TAMAT)

Satu hal yang menyenangkan dari sebuah perjalanan adalah kebersamaan. Perjalanan ke Solo bareng FLP Yogyakarta enggak akan berasa piknik kalo enggak ada kebersamaan. Berangkat jam 5.30 pagi naik Prameks a.k.a kereta api express (tapi enggak express-express banget sih). Ada yang ketinggalan kereta juga gara-gara drama di jalan. Perjalanan Yogyakarta - Solo sekitar satu jam. Tiket Prameks juga murah. Cuma Rp 8000 sekali jalan, tapi tanpa tempat duduk. Tetap menyenangkan kok karena ada kebersamaan. Acara milad FLP ada di FKIP UNS. Sebelum ke TKP, nyempetin sarapan dulu di Sunday Morning UNS. Seporsi nasi liwet dan pia-pia, semacam bakwan goreng, jadi pilihan menu sarapan kami. Katanya, harga-harga di Solo lebih murah dari Yogyakarta. Saya rasa, ada benarnya juga. Waktu makan siang, saya pesan nasi, sayur tumis-tumisan, ikan pindang, dan air es, Rp 9000. Lebih-lebih murah dari ibukota sih. Jelas. UNS itu luas ya. Jarak dari satu fakultas ke fakultas lain lumayan jauh juga. Apalagi jar...

PIKNIK DAN MILAD FLP KE-21 (BAGIAN 1)

Piknik itu penting. Sempatkanlah. Enggak perlu piknik yang ribet, jauh, mahal, berkelas, dan bla.. bla.. bla.. Kalo ada waktu dan materi, oke saja piknik begini, tapi cara yang sederhana juga bisa dilakukan. Salah satunya piknik yang saya lakukan hari ini. Yeaay! Piknik! Rasanya excited, kayak anak SD yang besoknya mau study tour. Jarang jalan-jalan, bikin saya merasa sangat terhibur dan bilang 'ini piknik'. Tujuan utamanya datang ke seminar nasional FLP dalam rangkap milad ke-21, tapi karena lokasinya ada di UNS, bisa sedikit jalan-jalan begini, cukup membuat saya merasa piknik. Tahun kemarin piknik (baca: acara FLP) ada di Solo (juga). Tahun ini masih Solo. Tetap masih mengandalkan Prameks. Murah, cukup nyaman, dan bisa sampai lebih cepat dibanding naik kendaraan sendiri. Seminar nasional milad FLP ke-21 ada di Gedung FKIP UNS dengan peserta... hmm.. mungkin 100. Kapasitas venue bisa buat lebih dari 100 orang tapi karena peserta yang datang terbatas, ya begitulah. Seminar ...

SOFT SELLING? BEGINI CARANYA

Sekarang masanya 'diam-diam merayap', dalam arti untuk kegiatan yang positif. Diam-diam berprestasi, diam-diam berkarya, diam-diam menikah. Seseorang yang enggak mengumbar ke mana-mana mau begini dan begitu (apalagi didukung dengan adanya media sosial) menurut saya keren. Talk less do more. 'Diam-diam merayap' juga masuk dalam dunia penjualan. Sekarang banyak kok yang diam-diam memasukkan konten jualan dalam setiap tayangan, terutama buat media dan orang-orang berpengaruh. 'Diam-diam merayap' dalam dunia jualan atau bahasa kerennya soft selling bisa jadi cara ampuh memasarkan produk atau jasa. Kreator yang cerdas, memasukkan jualan tanpa kasih tanda 'hei, saya lagi jualan loh'. Ada kok contohnya. Ria SW, vlogger yang populer banget sama konten makan-makan. Banyak konten vlog cewek yang dijuluki Alien ini terkesan soft selling banget. Entah setiap konten adalah jualan apa bukan, tapi kalo emang beneran jualan, cara penyampaiannya bagus sih. Enggak terk...

TENTANG MEET ME AFTER SUNSET

Satu cerita terpaksa enggak bisa terbit karena kesalahan teknis. Pertama kalinya cerita yang saya rangkai di blog ini sejak Agustus 2017, bolong. Sehari sebelumnya telat terbit. Cerita terposting tepat jam 12 malam. Berasa Cinderella. Pengennya dalam sehari itu ada dua cerita yang saya terbitkan, sayangnya karena kendala teknis, terpaksa satu cerita dibiarkan kosong. Yah.. baiklah. Saya enggak mau berhenti berbagi cerita. Walau ada yang bolong, tapi enggak akan menghilangkan semangat saya. Kali ini cerita tentang film. (sumber: https://www.bioskoptoday.com/film/meet-me-after-sunset/) Film drama karya Danial Rifky ini dibuka dengan apik berkat kemunculan 'gadis berkerudung merah' yang misterius. Semakin menarik waktu si gadis menghilang dibalik kabut. Wow! Film fantasi? Drama fantasi? Indonesia? Vino, karakter utama film ini juga sukses bikin penontonnya berteka-teki. Tatapan Vino? Mungkinkah cowok berusia 17 tahun ini punya dunianya sendiri? Film berdurasi sekitar 90 men...

PECINTA (KATANYA)

Seseorang yang mengaku 'pecinta' pasti enggak mau asal-asalan. Harus yang terbaik, harus yang ter.. ter.. pokoknya. Pecinta kopi pasti punya taste sendiri yang bikin momen menikmati kopi enggak cuma sekedar sruput. Pecinta tas merk dengan harga fantastis, pasti enggak mau sembarangan beli tas. Harus benar-benar dipastikan tas original, bukan imitasi. Nilai rupiah bukan jadi masalah buat orang yang mengaku 'pecinta'. Buat yang merasa bukan 'pecinta' pasti enggak kaget ada yang rela mengeluarkan uang berapa pun demi sesuatu yang rasanya enggak harus diperjuangkan segitunya juga. Yah.. namanya juga 'pecinta'. Pasti harus yang terbaik. Biasanya para 'pecinta' ujung-ujungnya 'mengoleksi'. Jadi kolektor begitulah. Jadi 'pecinta' enggak masalah, asal jangan berlebihan sampai-sampai mendewakan. Jogja, 21.02.2018