Langsung ke konten utama

Postingan

KE-SIANG-AN

Buat sebagian orang, bangun siang saat paginya enggak ada kegiatan jadi sesuatu yang musti dilakukan.  Besok libur, bangun siang dong. Besok weekend, bisa bangun siang dong .  Buat aku sendiri, bangun siang justru jadi sesuatu yang dilematis. Bukan bangun siang, tapi bangun ke-siang-an. Mungkin mereka yang bilang “weekend saatnya bangun siang”, semoga setelah sholat subuh di awal waktu . Kalau bangun ke-siang-an, bisa dibayangin sholat subuh jam berapa? Bangun jam 5 pagi, masih kebagian waktu subuh walau sangat-sangat mepet, tapi bangun jam 6 pagi lebih, dapat subuh darimana? Dari Hongkong? Dilematis banget. Jadi pejuang subuh benar-benar butuh perjuangan. Allah SWT bakal ngasih pahala yang besar buat para pejuang subuh, karena banyak banget tantangannya, godaannya, dan ini.. itu.. banyak sekali. Aku pernah bangun ke-siang-an bukan cuma sekali dua kali, tapi berlanjut berturut-turut. Begadang jangan begadang, memang enggak. Pasang alarm, iya (kadang lupa nyalain j...

MERDEKA (TENTANG AKU, KAMU, KITA)

Merah dan putih meriah ada di mana-mana. Merah darahku, putih tulangku, bersatu dalam semangatku. Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72! Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka! By the way, merdeka menurut kamu apa sih? Indonesia benar-benar sudah merdeka belum? Merdeka dari penjajah, jelas sudah, tapi merdeka dari “penjajah” dalam tanda kutip, belum sepenuhnya. Mungkin ada yang bilang ini klise, tapi nyatanya begitu ‘kan? Indonesia belum merdeka dari jajahan korupsi, jajahan hukum yang berat sebelah, jajahan pendidikan yang enggak merata buat semua warga negara Indonesia, jajahan kesejahteraan yang masih bolong sana-sini. Banyak yang bikin Indonesia masih dibilang belum merdeka, tapi.. jangan sampai kita pesimis loh. Oke, sekarang Indonesia masih belum benar-benar merdeka, tapi bukan berarti kita cuma bisa komen tanpa aksi perubahan. Lakukan dengan yang kita bisa. Jangan terlalu muluk-muluk deh. Terlalu utopia kadang cuma jadi mimpi yang ada cuma waktu tidur. Aksi n...

MOMEN

Momen apa yang biasanya kamu tungguin banget? Wisuda? Nikah? Usia 20-an pasti sudah kepikiran ini. Wisuda, nikah, kerja di perusahaan bonafid, dan lain-lain, dan sebagainya. Tahu enggak momen yang ditungguin banget sama hampir semua usia? Tetot! Benar sekali. Selamat kamu dapat Rp 1 juta rupiah dipotong pajak. Ha ha. Momen yang selalu ditunggu semua usia: ulangtahun. Pasti pernah ‘kan antusias banget nunggu momen ulangtahun? Entah karena perayaan, perhatian, kejutan, dan bla bla bla. Hari ini ada yang ulangtahun. Selamat ya! Makan-makannya dong. Traktirannya dong. Ini dong.. itu dong.. dangdingdong. Itu cuma sebagian dari euforia ulangtahun. Setiap orang pasti punya cerita sendiri tentang momen setahun sekali ini. Ada bahagia, kesel, marah, bahkan sedih. Semua rasa punya kemungkinan buat dirasain. Pertama kali “dikerjain” ulangtahun, waktu kelas X. Pertama dan terakhir. Momen yang drama banget. Waktu itu dituduh (jahat banget ya) ngilangin novel seorang teman. Kebetulan bang...

RAFTING

Rafting? Wow! Pengalaman baru buatku. Enggak bisa renang emang "aman" ikutan rafting? Agak dilema juga. Ikut apa enggak ya? Kalau enggak ikut, sayang juga. UPT M a lioboro ngadain piknik, men . Ini momen yang bisa jadi cuma setahun sekali (saking enggak pernah ngagendain piknik bareng). Kalau ikut, ya.. karena enggak bisa renang itu. Rasanya deg-degan, campur-aduk, tapi bukan antusias. Lebih ke khawatir, takut dkk (padahal dijalanin juga belum). Oke, ini momen yang jarang bisa dilakuin. Selasa pagi, di hari ke-8 bulan ke - 8, dipilih jadi satu hari buat momen itu. Rafting seka ligus fun games, cuma karena jiper duluan sama rafting, fun games enggak beras a "ada". Jam 06.30 mulai berangkat dari Parkir Abubakar Ali (molor~ :3) pakai bus pariwisata yang enggak gede-gede amat (bukan minibus juga). Tujuan pertama sebelum rafting: Candi Mendut. Bukan, bukan mengamati relief, candi, atau mempelajari sejarah tentang Candi Mendut tapi buat fun games. Sampai di l...