Sabtu, 22 Oktober 2016

SESUATU 'DI SINI'



Hai Mahasiswa!

‘Masih’ menjadi mahasiswa? Ooh.. mahasiswa pascasarjana? Apa? ‘Masih’ mahasiswa strata satu? Enggak terasa sudah masuk tahun ke-6 sebagai mahasiswa yang dimulai 2011. Telat lulus, iya. Nyesek juga sama kenyataan ini, tapi ini fakta Bro. Enggak bisa nolak. Kenapa belum lulus dan belum jadi sarjana? Banyak mengulang kelas ya? Sering bolos? Bukan! Atau aktivis ya? Biasanya aktivis ‘kan paling betah jadi mahasiswa. It’s absolutely not! Terus, apa?

Belum lulus karena belum mau lulus. Bukan takut menjalani kehidupan setelah melepas status mahasiswa (yakin deh pasti enggak sedikit yang merasa ‘takut’ begini ‘kan?), tapi karena kurang motivasi diri. Ah, bilang saja M-A-L-A-S. Kasarnya begitu sih.

Kalau enggak malas, ngapain menunda-nunda? Mau sampai kapan? Skripsi itu gampang loh. Enggak seberat tesis apalagi disertasi. Gampang tapi jangan cuma dipikir. Aksi! Action! Lakukan! Jadi, ceritera-nya lagi galau skripsi? Kok klasik?

Galau skripsi, bisa jadi, tapi bukan. Ini pilihan. Saat teman satu angkatan berlomba menyelesaikan tugas akhir, bukannya termotivasi, justru santai. Lainnya lari, ini jalan. Bukan, tapi duduk. Leyeh-leyeh kayak di pantai.

Jadi kapan dong mau lari mengejar skripsi? Masa mau menunda terus? Yakin masih kebal menghadapi pertanyaan ‘kapan lulus’? (pilih pertanyaan ‘kapan lulus’/ ‘kapan kawin’?) Jawabannya: entahlah. Ooh.. ayolah! Bergerak! Apa yang kamu takutkan? Sekali lagi jawabannya: entahlah. Nikmati saja fase sekarang. Fase yang justru dirindukan mereka yang dulu pernah mengalaminya. Bukan membela diri-sendiri atau alibi apalah-apalah, tapi hidup memang perlu dinikmati ‘kan? Enggak perlu spaneng. Hei, itu artinya kamu terlalu santai. Sangat santai. Apa perlu ‘dicambuk’ dulu biar tahu rasanya sakit? Ah, lebay.

Sudah terbayang jalan skripsi nanti bakal ‘krispi’ banget (ini saja lagi dikejar deadline orderan cerpen masih sempat-sempatnya nge-blog). Renyah, nyam-nyam deh pokoknya. Mindset. Enggak mau terpengaruh sama istilah yang bikin semakin enggak mau menikmati ‘krispi’-nya skripsi. Orang lain bilang skripsi itu bakal sering dibikin ‘patah hati’ sama dosen pembimbing atawa dosbim. Harus rela nunggu berjam-jam dosbim yang sibuknya, entah kenapa, luar biasa setelah beliau jadi dosbim (sejatinya beliau memang sibuk sih). Oke, itulah skripsi. Ayo jalan!

Banyak loh yang nanyain ‘kapan lulus’, ‘pakai teori apa’, ‘sampai bab berapa’, dll, dst. Masih punya stok jawaban yang bisa menyamarkan pertanyaan itu semua? Urat malunya masih ada? Apa sudah putus dari kapan tahu?

Sejujurnya, malu juga belum lulus di tahun ke-6. Kalau ditanya malu apa enggak, malulah, tapi bukan berarti menyesali. Ini pilihan kok. Setiap orang berhak memilih pilihannya, sekalipun orang lain melihat pilihannya sangat-sangat konyol. Hei, memangnya situ yang jalanin?

Yuk, mulai bercinta dengan skripsi. Serius! Beneran. Bukan cuma pemanis tulisan di blog loh. Ayo, mulai ya. Iya, sekarang. 1.. 2..[]
Jogja, 22.10.2016

0 komentar:

Posting Komentar

© B A G U S A D I S A T Y A 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis