Rabu, 08 Juni 2016

CINTA DALAM MANGKOK



#Day_2

Cinta bisa ditemukan di mana saja. Di saku baju, di lipatan buku atau berserakan di jalan berbatu. Bicara cinta, bukan hanya milik adam dan hawa. Cinta punya banyak makna. Ah, hanya sastrawan yang bilang begitu. Yeah.. memang jarang orang yang menyadari cintanya. Bagaimana bisa menyadari cinta di dekatnya kalau sibuk mencari cinta yang lain?

Cinta juga hadir diantara kami sore itu. Gelap separuh dengan wajah para pejuang yang berperang sejak subuh mengumandang hingga bola keemasan ditarik dari peredaran. Kami, orang biasa, dengan segala hal yang biasa, memutuskan ingin menikmati bersama manisnya perjuangan hari itu.

Kami datang karena cinta. Kami berkumpul juga karena cinta. Kalau bukan karenanya, kami enggak mungkin bersama di sini. Cintalah yang menyatukan kami.

Jangan mengartikan cinta kami sebagai sebentuk nafsu yang menggebu layaknya sejoli yang baru melepas rindu. Bukan. Cinta kami.. ya cinta. Cinta yang dipertemukan karena kebersamaan. Cinta yang membuat kami mau berbagi, materi atau pun isi hati.

Cinta dalam mangkok menjadi saksi pertemuan kami senja itu. Setelah mangkok hanya berisi kosong, kami berpisah dengan membawa kembali cinta masing-masing. Kami berpisah dengan senyum biasa tanpa makna berbunga-bunga selain mengartikan sampai jumpa.

Begitulah. Dan besok, besoknya lagi, cinta juga yang akan menarik kami kembali. Berkumpul. Bersama. Ya.. besok. Semoga.

8.6.2016
#29HariMenulisCinta

0 komentar:

Posting Komentar

© B A G U S A D I S A T Y A 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis