Jumat, 30 Oktober 2015

ARUS

Memang pada dasarnya bukan tipe orang yang mengikuti arus. Orang-orang melakukan ini, justru sama sekali nggak ikut-ikutan. Giliran orang lain nggak melakukannya, justru dilakukan. Melakukan sendiri tanpa mengikuti arus. Memang orang banyak macamnya.

Ada yang latah ikut arus, ada juga yang tetap cool. Mengikuti arus (mungkin bisa dibilang 'kekinian'?) sama saja nggak punya pendirian. Ikut-ikut saja apa yang lagi ngalir. Arus ke kanan, ikut ke kanan. Arus ke kiri, ikut kiri. Gimana kalo melawan arus? Melawan arus?

Beda.. beda.. Melawan arus dengan nggak ikut-ikutan arus, jelas beda. Melawan arus jelas bikin chaos. Namanya juga melawan. Nggak ikut-ikutan arus, tetap di jalur yang sama, cuma nggak ikut 'jalan'. Berhenti di tepi sambil mengawasi. Bukan berhenti di tengah dan ganggu.

Mengikuti arus ke arah positif? Dianjurkan. Bisa jadi niat awal mengikuti arus karena, ya.. mengikuti orang lain, biar dilihat mata manusia, belum tulus, tapi hati manusia bisa dibolak-balik. Nantinya pasti juga bakalan berubah. Bukan semata demi dilihat manusia, tapi demi sesuatu yang lebih. Ya, lebih.

Jogja, 30 Oktober 2015

0 komentar:

Posting Komentar

© B A G U S A D I S A T Y A 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis