Langsung ke konten utama

Postingan

DUA BENTUK CERITA

  Sejak Agustus 2022, aku kembali membiasakan kebiasaan lama: menulis diary. Sekarang aku menyebutnya buku cerita. Kesannya kalo buku diary itu terlalu alay. Ha ha. Aku aja yang ngerasa gini kok. Lagian pilihan juga 'kan mau bilang buku diary, buku cerita, jurnal, dan lain-lain. Lumayan sering aku ngobrol di buku cerita. Walau teknologi semakin canggih dan menulis pake pena kadang dianggap ketinggalan tapi aku justru menyukainya. Takkan terganti sih. Ada emosi yang aku rasain waktu nulis pake pena. Cerita di sini aku jarang banget. Dulu pernah mencoba konsisten cerita-cerita di blog tiap hari. Minimal sehari ada satu ceritalah. Sempat berjalan sampai sebulanan sampai aku memutuskan udahan. Lama-lama malah jadi terbebani. Aku enggak enjoy. Malah ada momen aku maksain buat cerita di blog. Enggak mau ada yang bolong karena udah tiap hari aku cerita. Emang sih kebiasaan baik itu perlu dipaksa biar terbiasa tapi aku enggak mau maksain diri-sendiri. Yang penting aku happy. Kecuali kalo a...

JKT48 TOUR DAN EUFORIA DI JOGJA

Mungkin telat aku cerita sekarang tapi lagi pengen cerita nih. Padahal waktu itu aku udah niat banget pengen langsung cerita. Biar fresh from the oven gitu. Eh, malah lupa dan baru ingat sekian minggu setelahnya. Hari ini. Bukan sekian minggu lagi malah tapi sekian bulan. JKT48 Tour adalah kali kedua aku datang ke event JKT48. Sebelumnya aku pernah datang ke JKT48 Circus sekitar 2018 kayaknya. Sebelum pandemi deh. Waktu itu acaranya di UGM. Gedung apalah itu namanya yang di depan Grha Sabha. Kali kedua aku datang ke event JKT48 lokasinya ada di Sleman City Hall a.k.a SCH. Event JKT48 yang pertama setelah dua tahun hiatus karena pandemi. Hiatus event maksudnya. Show Theater sih tetap jalan. Aku datang sendiri. Sempat kepikiran ngajak teman tapi dia bukan Fans JKT48. Bisa sih SKSD alias sok kenal sok deket, in a good way , sama Fans JKT48 Jogja tapi rasanya... beda rasa ya antusiasku ngajak orang lain kenalan pada waktu dulu dan sekarang. It's ok datang sendiri. JKT48 Tour udah di...

CERITA DI SEMBILAN

Ada cerita apa aja di sembilan? Eh, tunggu. Sembilan? Nama tempat? Bukan. Sembilan. Angka sembilan. Emang kenapa sama angka sembilan? Angka yang mendekati sempurna. Nilai 9 sanggup membuat si peraihnya tersenyum. Bisa membuat orang tuanya bangga. Ada yang angka favoritnya 9. Dan sembilan-sembilan yang lain. Hari ini sembilan resmi menjadi milikku. Setelah sebelumnya banyak cerita di 9, 19, dan sekarang 29. Cerita yang baru sebagai manusia yang semakin dewasa. 29 ya? Rasanya mengalir begitu cepat. Delapan baru saja resmi menjadi kenangan untukku. Sembilan siap menantikan banyak cerita. Apakah salah satunya adalah menikah? Kebanyakan cerita di 29 adalah menjadi manusia yang berumah tangga. Bertanggungjawab bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga orang lain yang sudah mengikat janji suci dan manusia baru yang Allah titipkan. Rasanya takut ya menjadi semakin dewasa. Tanggung jawab semakin besar. Sebenarnya enggak semenakutkan itu. Sama aja kayak waktu baru memiliki angka delapan. Ada k...

AKU DATANG (SENDIRI)

Sepanjang aku bisa mengingat, pertama kali dapat undangan pesta pernikahan a.k.a kondangan waktu SMP. Anak tetangga yang menikah waktu itu. Walau enggak seumuran tapi aku dan dia bisa dibilang teman main walau enggak lama. Rasanya deg-degan waktu diundang ke kondangan pertama kali. Aku? Diundang ke nikahan seseorang? Apa artinya aku sudah gede? Begitu yang aku pikirkan kala itu. Undangan kedua dan selanjutnya tentu enggak semendebarkan itu. Mulai dari undangan kondangan teman sekelas di SMA, teman kuliah satu angkatan, teman kuliah lintas angkatan, teman dari komunitas, teman dari ini... itu... hingga sampailah aku di titik memenuhi undangan ini sendirian. Bukannya aku enggak ingin pergi bersama tapi waktunya enggak pas. Si A enggak bisa, si B enggak bisa juga, si C masih abu-abu. Akhirnya aku (memberanikan diri) datang ke kondangan sendirian. Aku tetap menikmati. Bukan berarti aku tersiksa menjalaninya. Aku tahu pasti ada pikiran yang berkomentar ini dan itu. Aku enggak bisa mencegah ...

SEBUAH JERAT BERNAMA HUTANG

Sebisa mungkin berusahalah biar enggak terjerat hutang. Jangan sekali-kali mendekati hutang kalau memang enggak mendesak. Jadi kalau mendesak boleh? Susah sih ya. Susah-susah gampang. Apa sih yang membuat kita terjerat hutang? Kebutuhan? Keinginan? Enggak bisa mengatur keuangan sendiri dengan baik? Ada banyak alasan dan setiap orang punya ceritanya sendiri. Aku ada seorang teman. Sebelumnya hutang yang dia punya adalah Gopaylater dan beberapa pinjaman ke teman dan saudara. Dia selalu tepat waktu membayar hutangnya. Kalau ada kendala, dia langsung berkabar. Bersyukur banget teman dan saudaranya bisa memahami. Akhir tahun 2021, keuangan dia berubah. Keuangannya enggak sebanyak sebelumnya. Hutang Gopaylater dan pinjaman ke teman dan saudara berubah menjadi hutang di pinjaman online. Dia mengakui sangat payah mengatur keuangan. Sekarang dia harus rutin membayar tagihan sampai tahun depan. Ada 9x tagihan yang harus dia bayar. Totalnya berkali lipat dari yang dia pinjam. Dia bilang hutang di...

PERKENALAN DENGAN EMPAT KATA

S-e-k-s. Kapan ya pertama kali aku mengenal seks? Dalam artian mendapat edukasi tentang seksualitas. Tentang do dan don't yang harus aku tahu. Entah aku enggak bisa mengingatnya. Sejak kecil aku enggak pernah merasa ingat dapat edukasi seks. Alhamdulillah masa kecil dan masa remajaku berjalan biasa. Normal tanpa ada kejadian yang membuatku syok, traumatis, dan semacamnya, khususnya yang berhubungan dengan seks. Waktu SMP, aku ingat pas rambut di sekitar penisku mulai tumbuh. Gatal banget! Mungkin terdengar menggelikan. Apa fase ini termasuk bagian dari edukasi seksualitas? Aku menjalani masa kecil belum kenal cinta-cintaan. Belum kenal getar-getar di dada saat melihat dia. Perubahan bagian tubuh, salah satunya tumbuh rambut di tempat yang sebelumnya enggak ada, mungkin bukan bagian dari edukasi seks tapi edukasi pubertas. Mungkin ya. Waktu itu aku benar-benar melaluinya bersama waktu. Mengalir aja gitu. Sempat ada rasa enggak nyaman waktu orang lain menyadari bulu kakiku mulai tu...

PERTEMUAN ORANG-ORANG DARI MASA LALU

"Silaturahim harus dijaga sejak sekarang. Kalau sudah tua nanti bakal susah menyatukan kita kembali." Hisdan, Sang Presiden Direktur Alumni KPI 2011 menuturkan sepatah-dua patah kata. Sebuah kalimat yang ada benarnya. Selagi kita masih ada kesempatan bertemu, kenapa enggak? Bahkan Halal Bihalal KPI 2011 a.k.a reuni ini benar-benar sengotot itu harus diadain. Makasih, Andy, sudah menyatukan kami, walau hanya sekian orang yang bisa datang dari 300 lebih yang sekarang berada di berbagai tempat. Sekitar 15 orang mungkin yang bisa datang. Andy, Ifa, Indah, Dupi, Derry, Aris, Akbar, Ahmad, Sidiq, Hisdan, Ina, Nay, Shofi, Farikh dan istrinya, dan tentu saja aku. Ada empat, eh... enam kayaknya yang bukan KPI 2011 tapi ikut memeriahkan pertemuan ini. Teman-teman Andy sepertinya. Salah duanya memecah sunyi dengan nyanyian dan petikan gitar. Alhamdulillah pertemuan yang layak untuk dikenang-kenang. Aku bersyukur bisa datang. Padahal sempat ada perasaan mager. "Apa aku enggak jadi d...