Langsung ke konten utama

DENGARKAN DIA, TUBUHMU SENDIRI

(pexels.com)
Sadar atau enggak, banyak dari kita yang enggak sayang sama diri-sendiri. Genjot terus sampai subuh demi mengejar deadline. Benarkah waktu yang ada sebegini mepet? Kalo benar-benar diatur, bisa jadi enggak bakalan diforsir sampai mengabaikan jam tidur. Nah, ini susahnya. Rasanya sih udah ngatur waktu banget, tapi tetap saja begadang juga, mengabaikan alarm tubuh juga. Kalo sakit, baru sadar. Harus sakit dulu biar bisa dengerin jeritan tubuh?
Kalo emang harus banget dikerjain malam dan paginya deadline, bisa curi-curi waktu tidur dulu. Dua-tiga jam, mungkin? Pasti ada celah waktu buat mengistirahatkan tubuh, benar-benar istirahat ya bukan geser-geser timeline media sosial. Saya ingat banget kata-kata Sore buat Jo di Youtube Series "Sore, Istri dari Masa Depan" punya Tropicana Slim. Kalo emang harus ngerjain tugas malam, pernah coba ngerjainnya pagi-pagi banget? Sepertiga malam, mungkin? Kalo pola kerjanya begini, hak-hak tubuh juga bakal kita dengerin. Bukan lagi nunggu sakit baru didengerin.
Ini baru tentang tugas yang dikerjakan malam hari. Belum yang lain, semisal jam makan yang berantakan, olahraga yang enggak jadi prioritas, penumpukan lemak jahat dan bla bla bla berapa banyak lagi? Apa yang kita lakukan sama tubuh, jahat! Kesehatan itu penting dan ini terdengar klise, tapi enggak sedikit kita yang mengabaikannya 'kan? Sesuatu yang klise jangan selalu dipandang sebelah mata karena bisa jadi justru yang klise inilah yang kita butuhkan.
Jogja, 16.04.2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANGGILAN

Setiap keluarga pasti punya nama panggilan buat anggota keluarganya. Anak pertama dipanggil 'kakak'. Anak kedua dipanggil 'adik'. Anak ketiga dipanggil 'dedek'. Ada juga anak pertama laki-laki dipanggil 'mas'. Anak kedua laki-laki dipanggil 'kakak'. Anak terakhir dipanggil 'adik'. Panggilan ini enggak cuma berlaku buat adik ke kakaknya, tapi juga ayah dan ibu memanggil dengan panggilan ini. Ada juga yang dipanggil Guguk. Panggilan kesayangan buat anjing kesayangan. Ayah dan ibu untuk setiap keluarga juga punya panggilan yang berbeda. Ada yang memanggil 'abah', 'papa', 'bapak', 'abi', 'dad', 'rama'. Ada juga 'ummi', 'mama', 'bunda', 'mom', 'biyung'. Aku memanggil ayah dan ibuku dengan panggilan kesayangan 'bapak' dan 'mamah'. Buat rata-rata keluarga di komplek desaku, panggilan 'bapak' dan 'mamah' jarang banget, teruta...

KOBATO

Baru beberapa hari nyelesein nonton semua episode Kobato, anime karya Clamp. Anime yang diproduksi 2009 ini baru aku tonton sekarang, 2014.  Aku emang suka anime, tapi kalo nonton anime update, aku jarang. Biasanya anime yang aku tonton produksi lama. Mulai dari Sailor Moon,  Wedding Peach, Card Captor Sakura, hingga Kobato. Anime-anime itu punya kenangan bareng masa kecilku, kecuali Kobato yang baru aku tahu  sekitar 2011 atau 2012, agak lupa. Pertama kali tahu anime ini dari majalah Animonster (sekarang Animonstar). Waktu itu Kobato yang jadi cover- nya. Itu pun bukan majalah baru, tapi bekas.  Aku beli di lapak sebelah rel kereta di Timoho. Harganya kalau nggak salah Rp 8.500 (padahal harga aslinya Rp 30.000-an :P). Aku tertarik beli  karena cover-nya. Waktu itu sih aku belum tahu Kobato. Suka anime, tertarik dengan Kobato yang jadi cover, aku beli deh majalah itu. Kalau nggak  salah majalahnya edisi 2010. Nah, aku bisa punya seluruh episode Kobato...

NILAI

Aku masih ingat waktu SD dapat uang saku study tour Rp100 ribu rasanya banyak sekali. Buat bocah usia 11 tahun waktu itu, Rp100 ribu memang banyak. Lebih dari cukup buat jajan selama study tour. Aku juga masih ingat waktu SMA, uang sakuku seminggu Rp50 ribuan. Aku hitung berdasarkan pengeluaran tiap harinya. Satu kali makan Rp2000-Rp3000 dapat seporsi nasi, sayur bening, dan tempe goreng. Free air putih. Sekarang satu kali makan Rp2000 bisa nggak sih? Bisa. Nasi kucing di angkringan. Itu pun kalo harganya Rp2000. Apa kenyang makan satu bungkus nasi kucing? Waktu aku SMA, seporsi Rp2000 kenyang. Porsi standar pakai piring pada umumnya. Nilai uang memang berubah. Sekarang Rp2000 bisa buat makan tapi nelangsa. Paling nggak tiga bungkus nasi kucing biar kenyang. Ingin sekali Rp100 ribu buat seminggu. Bisa nggak sih in this era, in this economy ? Bisa. Atur-atur aja tapi mode survival kali ya. Nasi, masak sendiri. Sayur cukup dua porsi tanpa tambahan gorengan dan sejenisnya. Mungkin sekit...