Langsung ke konten utama

PIKIRAN

Kok enggak sedikit ya orang punya pikiran jelek? Negative thinking. Kenapa enggak berpikir yang positif? Curiga ini, curiga itu, emang perlu juga biar enggak kena jebakan Batman, tapi enggak juga always mikir negatif. Kayaknya hidup enggak tenang banget kalo apa-apa curigaan. Enggak seindah akhir dongeng Disney, tapi enggak ada salahnya buat menikmati keindahan hidup yang kita bikin sendiri, salah satunya kurang-kurangin mikir negatif.
Ada tiga ciri orang yang berpikir positif, dikutip dari tulisan Sam Edy di Kompasiana, pertama, masalah adalah tantangan, kedua, menikmati hidup apapun kondisinya, ketiga, terbuka menerima kritik dan saran dari orang lain. Apa kamu termasuk orang dengan ciri-ciri ini? Kalo iya, berarti... selamat! Kamu orang yang berpikir positif. Kalo ketiganya enggak ada yang cocok, gimana dong? Ayo diubah! Pasti bisa kok.
Berubahlah pelan-pelan dan nikmati. Mulai kurangi ngeluh tiap ngadepin apapun. Kalo enggak banyak ngeluh, hidup lebih indah. Jangan mengeluh dan jangan ngomongin orang.
Dipikir, kalo tiap ada masalah kita selalu ngeluh, bukannya cari solusi, ujung-ujungnya enggak bisa menikmati hidup, dan akhirnya enggak mau nerima masukan, saran, bahkan kritik dari orang lain. Jadilah pikiran negatif. Pikiran yang enggak sehat.
Hidup sebenarnya indah kalo kita enggak melulu mikir negatif. Waspada iya, tapi jangan jadi curiga yang keterusan. Nanti jadi kebiasaan. Akhirnya berlebihan.
Jogja, 20.11.2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANGGILAN

Setiap keluarga pasti punya nama panggilan buat anggota keluarganya. Anak pertama dipanggil 'kakak'. Anak kedua dipanggil 'adik'. Anak ketiga dipanggil 'dedek'. Ada juga anak pertama laki-laki dipanggil 'mas'. Anak kedua laki-laki dipanggil 'kakak'. Anak terakhir dipanggil 'adik'. Panggilan ini enggak cuma berlaku buat adik ke kakaknya, tapi juga ayah dan ibu memanggil dengan panggilan ini. Ada juga yang dipanggil Guguk. Panggilan kesayangan buat anjing kesayangan. Ayah dan ibu untuk setiap keluarga juga punya panggilan yang berbeda. Ada yang memanggil 'abah', 'papa', 'bapak', 'abi', 'dad', 'rama'. Ada juga 'ummi', 'mama', 'bunda', 'mom', 'biyung'. Aku memanggil ayah dan ibuku dengan panggilan kesayangan 'bapak' dan 'mamah'. Buat rata-rata keluarga di komplek desaku, panggilan 'bapak' dan 'mamah' jarang banget, teruta...

KOBATO

Baru beberapa hari nyelesein nonton semua episode Kobato, anime karya Clamp. Anime yang diproduksi 2009 ini baru aku tonton sekarang, 2014.  Aku emang suka anime, tapi kalo nonton anime update, aku jarang. Biasanya anime yang aku tonton produksi lama. Mulai dari Sailor Moon,  Wedding Peach, Card Captor Sakura, hingga Kobato. Anime-anime itu punya kenangan bareng masa kecilku, kecuali Kobato yang baru aku tahu  sekitar 2011 atau 2012, agak lupa. Pertama kali tahu anime ini dari majalah Animonster (sekarang Animonstar). Waktu itu Kobato yang jadi cover- nya. Itu pun bukan majalah baru, tapi bekas.  Aku beli di lapak sebelah rel kereta di Timoho. Harganya kalau nggak salah Rp 8.500 (padahal harga aslinya Rp 30.000-an :P). Aku tertarik beli  karena cover-nya. Waktu itu sih aku belum tahu Kobato. Suka anime, tertarik dengan Kobato yang jadi cover, aku beli deh majalah itu. Kalau nggak  salah majalahnya edisi 2010. Nah, aku bisa punya seluruh episode Kobato...

NILAI

Aku masih ingat waktu SD dapat uang saku study tour Rp100 ribu rasanya banyak sekali. Buat bocah usia 11 tahun waktu itu, Rp100 ribu memang banyak. Lebih dari cukup buat jajan selama study tour. Aku juga masih ingat waktu SMA, uang sakuku seminggu Rp50 ribuan. Aku hitung berdasarkan pengeluaran tiap harinya. Satu kali makan Rp2000-Rp3000 dapat seporsi nasi, sayur bening, dan tempe goreng. Free air putih. Sekarang satu kali makan Rp2000 bisa nggak sih? Bisa. Nasi kucing di angkringan. Itu pun kalo harganya Rp2000. Apa kenyang makan satu bungkus nasi kucing? Waktu aku SMA, seporsi Rp2000 kenyang. Porsi standar pakai piring pada umumnya. Nilai uang memang berubah. Sekarang Rp2000 bisa buat makan tapi nelangsa. Paling nggak tiga bungkus nasi kucing biar kenyang. Ingin sekali Rp100 ribu buat seminggu. Bisa nggak sih in this era, in this economy ? Bisa. Atur-atur aja tapi mode survival kali ya. Nasi, masak sendiri. Sayur cukup dua porsi tanpa tambahan gorengan dan sejenisnya. Mungkin sekit...