Langsung ke konten utama

BOSAN

Bosan tapi enggak mau meninggalkan. Bosan tapi tetap saja dijalani. Ya.. mau gimana lagi? Kalo ada yang lain, oke aja ninggalin yang udah bikin bosan. Entah aku bosan atau enggak ada mood bagus, rasanya hidupku flat banget. Agnez Mo bilang di iklan Chitato, "Life is never flat." Hidupku sekarang justru berlawanan dengan slogan keripik kentang itu. Apa iya hidupku sekarang benar flat dan membosankan? Atau aku yang kurang bersyukur dengan anugerah ini? Hidup sebenarnya adalah anugerah. Walau kadang (apa sering? ^ ^) enggak punya duit, enggak bisa ngelakuin ini, ngelakuin itu, tapi tetap saja, hidup harus disyukuri. Karena hanya dengan bersyukur, nikmatnya hidup bakal bertambah-tambah. Nah.. kamu kurang bersyukur tuh, Gus.
Iya juga kali ya. Hidupku bukannya flat, tapi aku yang kurang bisa bersyukur. Nikmat mana lagi yang aku dustakan? Harus (ingat) bersyukur. Apapun yang aku rasakan. Apapun keadaannya. Harus! Hmm.. masih susah buat selalu bersyukur di setiap keadaan. Ada aja yang bikin ngeluh dan jauh dari bersyukur.
Buat kamu yang merasa hidup gini-gini aja, coba diingat-ingat lagi, udah bersyukur belum hari ini?
Kalo mau hidup lebih berwarna lagi, cuma diri-sendiri kok yang bisa ngelakuin. Kalo tiap hari ngadepin kerjaan yang sama (lama-lama pasti bosan tuh), ambilah beberapa hari buat ngelakuin sesuatu yang berbeda. Liburan!
Nah.. ini juga yang aku butuhkan. Seorang teman selalu mengagendakan liburan setiap tahun, paling enggak setahun sekali (aku pernah bilang begini juga, sama persis, di blogku sebelumnya :D). Yah.. semacam reward buat diri-sendiri. Memanjakan diri itu perlu. Coba ambil libur beberapa hari buat melakukan sesuatu yang kamu suka. Liburan, jalan-jalan, apapun yang bisa bikin hidup lebih berwarna.
Selain liburan, coba juga buat banyak bergaul. Jangan cuma apa-apa sendiri. Iya, kamu jomblo (kamu apa kita? :|), tapi bukan berarti selalu menyendiri. Temui teman-teman, ngobrol sana-sini, seru-seruan, jangan menyendiri terus. Banyak bergaul, pasti bikin hidup lebih punya banyak warna.
Jangan lupa juga buat menikmati hidup senikmat mungkin. Jangan terlalu membebani diri dengan pencapaian ini-itu. Yakin deh, pasti hidup enggak lagi terasa nikmat 'kan kalo terbebani 'aku harus melakukan ini, aku harus melakukan itu'? Baiklah, pencapaian itu buat merangkai masa depan yang lebih baik, tapi masa sekarang juga jangan dilupakan. Justru harus jalan sama-sama. Seimbang. Masa sekarang itu enggak bisa dinikmati dua kali. Jangan sampai menyesal karena menyia-nyiakan masa sekarang.
Cara yang simpel buat dilakuin, asal beneran dilakuin, dipraktekin, bukan sekedar berteori.
Jogja, 21.10.2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANGGILAN

Setiap keluarga pasti punya nama panggilan buat anggota keluarganya. Anak pertama dipanggil 'kakak'. Anak kedua dipanggil 'adik'. Anak ketiga dipanggil 'dedek'. Ada juga anak pertama laki-laki dipanggil 'mas'. Anak kedua laki-laki dipanggil 'kakak'. Anak terakhir dipanggil 'adik'. Panggilan ini enggak cuma berlaku buat adik ke kakaknya, tapi juga ayah dan ibu memanggil dengan panggilan ini. Ada juga yang dipanggil Guguk. Panggilan kesayangan buat anjing kesayangan. Ayah dan ibu untuk setiap keluarga juga punya panggilan yang berbeda. Ada yang memanggil 'abah', 'papa', 'bapak', 'abi', 'dad', 'rama'. Ada juga 'ummi', 'mama', 'bunda', 'mom', 'biyung'. Aku memanggil ayah dan ibuku dengan panggilan kesayangan 'bapak' dan 'mamah'. Buat rata-rata keluarga di komplek desaku, panggilan 'bapak' dan 'mamah' jarang banget, teruta...

KOBATO

Baru beberapa hari nyelesein nonton semua episode Kobato, anime karya Clamp. Anime yang diproduksi 2009 ini baru aku tonton sekarang, 2014.  Aku emang suka anime, tapi kalo nonton anime update, aku jarang. Biasanya anime yang aku tonton produksi lama. Mulai dari Sailor Moon,  Wedding Peach, Card Captor Sakura, hingga Kobato. Anime-anime itu punya kenangan bareng masa kecilku, kecuali Kobato yang baru aku tahu  sekitar 2011 atau 2012, agak lupa. Pertama kali tahu anime ini dari majalah Animonster (sekarang Animonstar). Waktu itu Kobato yang jadi cover- nya. Itu pun bukan majalah baru, tapi bekas.  Aku beli di lapak sebelah rel kereta di Timoho. Harganya kalau nggak salah Rp 8.500 (padahal harga aslinya Rp 30.000-an :P). Aku tertarik beli  karena cover-nya. Waktu itu sih aku belum tahu Kobato. Suka anime, tertarik dengan Kobato yang jadi cover, aku beli deh majalah itu. Kalau nggak  salah majalahnya edisi 2010. Nah, aku bisa punya seluruh episode Kobato...

NILAI

Aku masih ingat waktu SD dapat uang saku study tour Rp100 ribu rasanya banyak sekali. Buat bocah usia 11 tahun waktu itu, Rp100 ribu memang banyak. Lebih dari cukup buat jajan selama study tour. Aku juga masih ingat waktu SMA, uang sakuku seminggu Rp50 ribuan. Aku hitung berdasarkan pengeluaran tiap harinya. Satu kali makan Rp2000-Rp3000 dapat seporsi nasi, sayur bening, dan tempe goreng. Free air putih. Sekarang satu kali makan Rp2000 bisa nggak sih? Bisa. Nasi kucing di angkringan. Itu pun kalo harganya Rp2000. Apa kenyang makan satu bungkus nasi kucing? Waktu aku SMA, seporsi Rp2000 kenyang. Porsi standar pakai piring pada umumnya. Nilai uang memang berubah. Sekarang Rp2000 bisa buat makan tapi nelangsa. Paling nggak tiga bungkus nasi kucing biar kenyang. Ingin sekali Rp100 ribu buat seminggu. Bisa nggak sih in this era, in this economy ? Bisa. Atur-atur aja tapi mode survival kali ya. Nasi, masak sendiri. Sayur cukup dua porsi tanpa tambahan gorengan dan sejenisnya. Mungkin sekit...