Langsung ke konten utama

Postingan

SAMPAI BERTEMU, AYU

Namanya berpisah pasti selalu ada kesedihan. Enggak bisa ketemu, enggak bisa ngobrol kayak dulu. Walau ada video call bla bla bla tapi rasanya tetap beda. Kemarin malam aku (dan teman-teman) berpisah sama salah satu teman, namanya Ayu. Teman siaran di Rakosa FM. Aku kenal Mbak Ayu baru beberapa bulan. Sejak Mbak Ayu siaran di Rakosa FM. Mungkin sekitar September atau Oktober aku kenal Mbak Ayu. First impression -ku, Mbak Ayu kelihatan kayak cewek yang cool dan gaul abis. Setelah kenal, Mbak Ayu menyenangkan dan baik. Mbak Ayu ya Mbak Ayu dengan kekhasannya. Aku lumayan banyak ngobrol sama Mbak Ayu, terutama waktu jadwal siaran kami ditukar. Aku siaran jam 5 sore sampai 9 malam. Mbak Ayu siaran setelah aku sampai jam 12 malam. Lumayan sering tiap kelar siaran aku enggak langsung pulang. Duduk santai dulu di sofa abu-abu. Main Mobile Legends (pake paket data sendiri ya). Momen inilah yang bikin sering ada obrolan antara aku sama Mbak Ayu. Hampir tiap Mbak Ayu datang siaran masih keli...

7 HARI UNTUK...

Ingat judul film "7 Hari Untuk Selamanya"? Eh, salah. Bukan 7 hari, tapi 3 hari. Duh... salah. Judulnya juga harusnya 6 hari, bukan 7. Yah... udahlah. Anggap aja hari ke-7 adalah bonus. Bonus untuk mengenang dan memutar kembali cerita. Padahal baru berlalu sehari. Begitulah yang namanya cerita. Kadang ada yang meninggalkan kesan mendalam buat penulisnya. 7 hari, eh... 6 hari yang berkesan, walau di awal aku sempat sedikit ragu. Muncul keinginan untuk berhenti di hari ke-3. Ingin rasanya waktu itu aku fokus menikmati hariku yang santai, selain siaran radio tentu. Aku merasa bersyukur dan beruntung enggak benar-benar menyerah di hari ke-3. Sekarang aku baru menikmati manisnya. Walau masih seujung kuku, tapi aku sangat-sangat bersyukur sampai di sini. Bersyukur bisa mengakhirinya dengan baik. Pelatihan Kreator Konten Batch 35 Pikiran Rakyat Media Network atau disingkat jadi PRMN. Makasih buat Mbak Dessi yang ngajakin aku gabung. Aku ingat di satu sore menuju maghrib, Mbak Dessi ...

MATA YANG BERTEMU

Ada yang unik ya cara seseorang bertemu dengan seseorang lainnya. Saat mata saling tatap, ada senyawa yang mendorong untuk saling sapa. Ini cerita beneran dari seorang teman jauh. Aku tahu ceritanya dari tulisan yang pernah dia bikin di blognya. Setelah mata bertemu dengan mata lainnya, mereka berkenalan. Bertukar kontak untuk bisa masuk lebih dalam dan semakin dalam. Bisa ya mengenal orang baru dengan cara seperti ini? Masih heran karena buatku sendiri cara ini enggak masuk dalam daftar. Emang unik banget sih. Mata bertemu mata sama seseorang yang asing jelas pernah mengalami sendiri. Kadang jadi berpikir, "Kenapa dia ngelihatin aku? Apakah..." Spekulasi yang mungkin sekedar spekulasi. Mengenal orang baru di situasi yang mengharuskan saling mengenal, misal waktu gabung di komunitas baru, rasanya wajar. Semesta mendukung untuk menyapa dan mengenal. Bukan lagi berawal dari tatapan mata. Justru mengenal orang lain karena adanya dorongan senyawa dalam tubuh, aku bilang unik bang...

ORANG-ORANG DARI WAKTU YANG BERBEDA

Ada di tempat yang sama bertahun-tahun, pasti ngerasain banget perubahan orang-orangnya. Awalnya kenal si A sampai akhirnya bertahan di tempat yang sama bareng si D. Pertama kali aku siaran di Rakosa FM, orang-orang yang aku kenal jelas berbeda dibanding di masa sekarang. Masih ada yang sama, tapi banyak yang berubah dan berganti. Hari-hari awal aku siaran di Rakosa FM, ada Mas Sunu yang jadi mentorku. Mas Sunu yang bikin bingung antara bercanda dan serius. Lebih banyak memecah tawa sih. Mas Sunu bukan tipe mentor yang galak. Mungkin karena sebelumnya aku udah pernah siaran di radio kampus, Rasida FM yang bikin Mas Sunu bisa santai tapi terarah jadi mentor. Aku jadi trainee di Rakosa FM, berapa hari ya? Iya, masih hitungan hari. Mungkin seminggu. Enggak ada sebulan kayaknya. Alhamdulillah cepat kok aku dapat jadwal siaran pertamaku. Rasanya bahagia banget pertama kali dapat jadwal siaran. Momen ini udah berlalu lama banget. 2015. Sampai sekarang aku masih tetap mengingatnya. Selain Mas...

DUNIA YANG KECIL

Kalau mau menutup mata, aku bisa saja merasa damai di dunia kecilku. Tanpa beban, menjalani sesuatu yang aku suka, dan bebas. Pernah ada masanya, aku pengen cepat pulang. Pergi sebentar dari duniaku yang lain dan kembali ke rumah. Momen yang sangat menyenangkan. Bahkan untuk kembali ke duniaku yang lain itu rasanya berat sekali. Kangen juga sama masa-masa ini. Benar-benar sebahagia itu bisa pulang ke rumah dan enggak pengen pergi cepat-cepat. Dulu, saat tanggung jawab belum seperti sekarang. Bukan berarti sekarang lebih berat, tapi buatku setiap tanggung jawab di masa apapun, punya porsinya sendiri. Aku enggak bisa bilang tanggung jawab dulu lebih ringan dan tanggung jawab sekarang lebih berat. Sama-sama dinikmatilah. Sekarang aku lebih menikmati duniaku yang lain. Dunia kecilku. Dunia yang naif bisa dibilang, karena aku di sini merasa semua baik-baik saja. Pasti selalu ada hal baik, tapi enggak semuanya sempurna tanpa cela. Ada pertanyaan-pertanyaan yang membuatku sadar, dunia kecilku...

DIAM DI SUDUT RUANG

Apa kabar laptop merahku? Sejak keluar dari tempat servis, dan belum menyelesaikan masalah sama sekali, aku masih mendiamkan laptop merahku di pojokan. Entah kapan aku akan kembali ke tempat servis. Sebaiknya segera karena semakin lama diabaikan mungkin semakin parah sakitnya. Laptop merahku adalah laptop keduaku. Aku beli mungkin sekitar empat tahun lalu di sentra elektronik terbesar di Jogja. Sebelumnya aku punya notebook hitam. Pertama kali yang aku punya. Menemaniku sejak pertama menjadi mahasiswa. Setelah tiga atau empat tahun, aku melepas notebook hitamku dan menggantinya dengan laptop merah. Waktu tahu harga servis laptop merahku enggak semurah yang aku bayangin, sempat terpikirkan beli laptop baru. Harganya juga sama. Setelah aku cek, ternyata beda. Laptop baru masih lebih mahal. Biaya servis buat laptop merahku enggak sebanyak itu, tapi tetap saja butuh effort lebih. Laptop merahku masih diam di sudut ruang. Tertutup di antara lembaran kertas, map plastik, dan majalah yang bar...

KEINDAHAN DALAM SEBUAH LAYAR

Hidup enggak seindah drama Korea bisa jadi ada benarnya. Kita bisa menikmati keindahan-keindahan yang ditampilkan drama Korea, drama Thailand juga. Coba pikir, mana ada cewek yang enggak tertarik sama CEO ganteng yang diam-diam naksir dia? Diperebutkan dua cowok ideal, satu polisi, satunya lagi CEO. Terlalu indah bukan? Pilihan yang sepertinya jauh dari realita. Bukan berarti enggak ada, tapi realita emang enggak seindah drama Korea. Namanya drama, pasti ada enek-eneknya juga sama plot yang dibikin, tapi drama kehidupan lebih bikin enek lagi. Enggak melulu ngerasain yang enek-enek sih. Ada enaknya juga kok. Namanya juga hidup. Aku tadinya enggak ngikutin drama Korea. Tau yang lagi rame, tapi enggak ngikutin. Nonton drama Korea sejujurnya bikin capek ngikutin alurnya. Genre yang ringan dan manis lebih aku suka. Salah satunya, Strong Girl Do Boong-soon. Oh tidaaak... aku menyebut judul drama Korea. Apakah aku akan menjadi K-Drama Lover? Sepertinya enggak gitu juga. Strong Girl Do Boong-s...