Langsung ke konten utama

DUNIA YANG KECIL

Kalau mau menutup mata, aku bisa saja merasa damai di dunia kecilku. Tanpa beban, menjalani sesuatu yang aku suka, dan bebas. Pernah ada masanya, aku pengen cepat pulang. Pergi sebentar dari duniaku yang lain dan kembali ke rumah. Momen yang sangat menyenangkan. Bahkan untuk kembali ke duniaku yang lain itu rasanya berat sekali.


Kangen juga sama masa-masa ini. Benar-benar sebahagia itu bisa pulang ke rumah dan enggak pengen pergi cepat-cepat. Dulu, saat tanggung jawab belum seperti sekarang. Bukan berarti sekarang lebih berat, tapi buatku setiap tanggung jawab di masa apapun, punya porsinya sendiri. Aku enggak bisa bilang tanggung jawab dulu lebih ringan dan tanggung jawab sekarang lebih berat. Sama-sama dinikmatilah.


Sekarang aku lebih menikmati duniaku yang lain. Dunia kecilku. Dunia yang naif bisa dibilang, karena aku di sini merasa semua baik-baik saja. Pasti selalu ada hal baik, tapi enggak semuanya sempurna tanpa cela. Ada pertanyaan-pertanyaan yang membuatku sadar, dunia kecilku sebenarnya hanyalah sesuatu yang fana. Ya iyalah. Mana ada yang kekal kecuali Tuhan?


Aku dan dunia kecilku. Tempat di mana aku bisa merasa tanpa beban dan lepas. Seenggaknya aku masih bisa merasakan perasaan ini. Aku tahu suatu hari akan meninggalkan dunia kecilku. Entah kapan, tapi pasti ada masanya. Yang kulakukan sekarang adalah menikmati apa yang masih bisa aku nikmati.


Jogja, 5 November 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANGGILAN

Setiap keluarga pasti punya nama panggilan buat anggota keluarganya. Anak pertama dipanggil 'kakak'. Anak kedua dipanggil 'adik'. Anak ketiga dipanggil 'dedek'. Ada juga anak pertama laki-laki dipanggil 'mas'. Anak kedua laki-laki dipanggil 'kakak'. Anak terakhir dipanggil 'adik'. Panggilan ini enggak cuma berlaku buat adik ke kakaknya, tapi juga ayah dan ibu memanggil dengan panggilan ini. Ada juga yang dipanggil Guguk. Panggilan kesayangan buat anjing kesayangan. Ayah dan ibu untuk setiap keluarga juga punya panggilan yang berbeda. Ada yang memanggil 'abah', 'papa', 'bapak', 'abi', 'dad', 'rama'. Ada juga 'ummi', 'mama', 'bunda', 'mom', 'biyung'. Aku memanggil ayah dan ibuku dengan panggilan kesayangan 'bapak' dan 'mamah'. Buat rata-rata keluarga di komplek desaku, panggilan 'bapak' dan 'mamah' jarang banget, teruta...

KOBATO

Baru beberapa hari nyelesein nonton semua episode Kobato, anime karya Clamp. Anime yang diproduksi 2009 ini baru aku tonton sekarang, 2014.  Aku emang suka anime, tapi kalo nonton anime update, aku jarang. Biasanya anime yang aku tonton produksi lama. Mulai dari Sailor Moon,  Wedding Peach, Card Captor Sakura, hingga Kobato. Anime-anime itu punya kenangan bareng masa kecilku, kecuali Kobato yang baru aku tahu  sekitar 2011 atau 2012, agak lupa. Pertama kali tahu anime ini dari majalah Animonster (sekarang Animonstar). Waktu itu Kobato yang jadi cover- nya. Itu pun bukan majalah baru, tapi bekas.  Aku beli di lapak sebelah rel kereta di Timoho. Harganya kalau nggak salah Rp 8.500 (padahal harga aslinya Rp 30.000-an :P). Aku tertarik beli  karena cover-nya. Waktu itu sih aku belum tahu Kobato. Suka anime, tertarik dengan Kobato yang jadi cover, aku beli deh majalah itu. Kalau nggak  salah majalahnya edisi 2010. Nah, aku bisa punya seluruh episode Kobato...

RUMAH BARU

Nyaman sih di rumah yang lama tapi karena aturannya harus pindah maka kami pun berbesar hati meninggalkan banyak sekali cerita. Mencoba membuka lagi memori. Awal 2023 adalah chapter pertama aku dan teman-teman Radio Widoro pindah studio ke Teras Malioboro 2 Jl. Mataram. Sebelumnya kami bersiaran di Kompleks Parkir Abu Bakar Ali. Sekitar dua atau tiga tahun kami mengudara di sini dengan nano-nano rasanya. Ada manis, asem, juga asin. Parkir di lantai tiga. Naik-turun tangga. Bayar 3K, khusus weekend dan masa liburan jadi 5K. Riuhnya Parkir Abu Ali terutama weekend. Bahkan sholat maghrib pun harus antri karena saking penuhnya. Aku mengalami sakit di kaki, you knowlah ~ juga saat siaran di sini. Bayangin naik tangga menuju lantai tiga dengan kondisi kaki sakit. Kalo bukan karena passion mungkin aku nggak semenyala itu. Pindahlah kami ke studio baru. Lebih nyaman, lebih luas. Bahkan terluas di antara studio siaran yang pernah kami tempati. Bagiku, studio di Teras Malioboro 2 sisi timur i...