Langsung ke konten utama

THR

Gimana? THR sudah cair? Dapat THR enggak? Bla... bla... bla... Mendekati Lebaran, kasak-kusuk kayak gini pasti terdengar dari lisan para pekerja. Buat pegawai negeri sipil, enggak perlu kasak-kusuk karena THR adalah sebuah kepastian. Buat pekerja swasta? Was-was iya, dikibulin juga iya. Loh? Kok bisa? Gimana enggak dikibulin kalau THR yang diberikan buat para pekerja swasta ini enggak sesuai dengan aturan pemerintah. Ada loh THR dalam bentuk parsel. Entah setara dengan THR yang semestinya atau enggak, hanya perusahaan yang ngeluarin THR ini yang tahu.
Berdasarkan aturan pemerintah, sesuai UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, pegawai yang sudah bekerja lebih dari tiga bulan, berhak mendapatkan THR. Nominalnya berapa, disesuaikan sama masa lama bekerja. Nah... buat pegawai yang bekerja satu tahun, berhak mendapatkan THR satu bulan gaji. So, double gaji gitu. Seharusnya. Sayangnya enggak sedikit perusahaan swasta (bahkan ada juga pegawai pemerintahan) yang (pura-pura) lupa dengan hak para pekerja ini. Pernah ada cerita dari seseorang yang bekerja di pabrik garmen. Katanya, THR yang diberikan sangat jauh dari satu bulan gaji. Bisa dibilang sangat kecil. Ada yang di bawah Rp50 ribu. Bayangkan! Ini namanya melanggar peraturan banget.
THR harus diberikan paling enggak tujuh hari sebelum Lebaran. Eits, enggak cuma Lebaran loh yang ada THR, tapi hari raya keagamaan lain juga ada bagiannya. THR, tunjangan hari raya. 'Kan enggak cuma Lebaran. Apapun hari raya-nya, aturan pemberian THR ya sama. Masih was-was bakal dapat THR atau enggak? Let's see.

Jogja, 07 Juni 2018

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANGGILAN

Setiap keluarga pasti punya nama panggilan buat anggota keluarganya. Anak pertama dipanggil 'kakak'. Anak kedua dipanggil 'adik'. Anak ketiga dipanggil 'dedek'. Ada juga anak pertama laki-laki dipanggil 'mas'. Anak kedua laki-laki dipanggil 'kakak'. Anak terakhir dipanggil 'adik'. Panggilan ini enggak cuma berlaku buat adik ke kakaknya, tapi juga ayah dan ibu memanggil dengan panggilan ini. Ada juga yang dipanggil Guguk. Panggilan kesayangan buat anjing kesayangan. Ayah dan ibu untuk setiap keluarga juga punya panggilan yang berbeda. Ada yang memanggil 'abah', 'papa', 'bapak', 'abi', 'dad', 'rama'. Ada juga 'ummi', 'mama', 'bunda', 'mom', 'biyung'. Aku memanggil ayah dan ibuku dengan panggilan kesayangan 'bapak' dan 'mamah'. Buat rata-rata keluarga di komplek desaku, panggilan 'bapak' dan 'mamah' jarang banget, teruta...

KOBATO

Baru beberapa hari nyelesein nonton semua episode Kobato, anime karya Clamp. Anime yang diproduksi 2009 ini baru aku tonton sekarang, 2014.  Aku emang suka anime, tapi kalo nonton anime update, aku jarang. Biasanya anime yang aku tonton produksi lama. Mulai dari Sailor Moon,  Wedding Peach, Card Captor Sakura, hingga Kobato. Anime-anime itu punya kenangan bareng masa kecilku, kecuali Kobato yang baru aku tahu  sekitar 2011 atau 2012, agak lupa. Pertama kali tahu anime ini dari majalah Animonster (sekarang Animonstar). Waktu itu Kobato yang jadi cover- nya. Itu pun bukan majalah baru, tapi bekas.  Aku beli di lapak sebelah rel kereta di Timoho. Harganya kalau nggak salah Rp 8.500 (padahal harga aslinya Rp 30.000-an :P). Aku tertarik beli  karena cover-nya. Waktu itu sih aku belum tahu Kobato. Suka anime, tertarik dengan Kobato yang jadi cover, aku beli deh majalah itu. Kalau nggak  salah majalahnya edisi 2010. Nah, aku bisa punya seluruh episode Kobato...

RUMAH BARU

Nyaman sih di rumah yang lama tapi karena aturannya harus pindah maka kami pun berbesar hati meninggalkan banyak sekali cerita. Mencoba membuka lagi memori. Awal 2023 adalah chapter pertama aku dan teman-teman Radio Widoro pindah studio ke Teras Malioboro 2 Jl. Mataram. Sebelumnya kami bersiaran di Kompleks Parkir Abu Bakar Ali. Sekitar dua atau tiga tahun kami mengudara di sini dengan nano-nano rasanya. Ada manis, asem, juga asin. Parkir di lantai tiga. Naik-turun tangga. Bayar 3K, khusus weekend dan masa liburan jadi 5K. Riuhnya Parkir Abu Ali terutama weekend. Bahkan sholat maghrib pun harus antri karena saking penuhnya. Aku mengalami sakit di kaki, you knowlah ~ juga saat siaran di sini. Bayangin naik tangga menuju lantai tiga dengan kondisi kaki sakit. Kalo bukan karena passion mungkin aku nggak semenyala itu. Pindahlah kami ke studio baru. Lebih nyaman, lebih luas. Bahkan terluas di antara studio siaran yang pernah kami tempati. Bagiku, studio di Teras Malioboro 2 sisi timur i...