Langsung ke konten utama

CINTA DALAM MANGKOK



#Day_2

Cinta bisa ditemukan di mana saja. Di saku baju, di lipatan buku atau berserakan di jalan berbatu. Bicara cinta, bukan hanya milik adam dan hawa. Cinta punya banyak makna. Ah, hanya sastrawan yang bilang begitu. Yeah.. memang jarang orang yang menyadari cintanya. Bagaimana bisa menyadari cinta di dekatnya kalau sibuk mencari cinta yang lain?

Cinta juga hadir diantara kami sore itu. Gelap separuh dengan wajah para pejuang yang berperang sejak subuh mengumandang hingga bola keemasan ditarik dari peredaran. Kami, orang biasa, dengan segala hal yang biasa, memutuskan ingin menikmati bersama manisnya perjuangan hari itu.

Kami datang karena cinta. Kami berkumpul juga karena cinta. Kalau bukan karenanya, kami enggak mungkin bersama di sini. Cintalah yang menyatukan kami.

Jangan mengartikan cinta kami sebagai sebentuk nafsu yang menggebu layaknya sejoli yang baru melepas rindu. Bukan. Cinta kami.. ya cinta. Cinta yang dipertemukan karena kebersamaan. Cinta yang membuat kami mau berbagi, materi atau pun isi hati.

Cinta dalam mangkok menjadi saksi pertemuan kami senja itu. Setelah mangkok hanya berisi kosong, kami berpisah dengan membawa kembali cinta masing-masing. Kami berpisah dengan senyum biasa tanpa makna berbunga-bunga selain mengartikan sampai jumpa.

Begitulah. Dan besok, besoknya lagi, cinta juga yang akan menarik kami kembali. Berkumpul. Bersama. Ya.. besok. Semoga.

8.6.2016
#29HariMenulisCinta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANGGILAN

Setiap keluarga pasti punya nama panggilan buat anggota keluarganya. Anak pertama dipanggil 'kakak'. Anak kedua dipanggil 'adik'. Anak ketiga dipanggil 'dedek'. Ada juga anak pertama laki-laki dipanggil 'mas'. Anak kedua laki-laki dipanggil 'kakak'. Anak terakhir dipanggil 'adik'. Panggilan ini enggak cuma berlaku buat adik ke kakaknya, tapi juga ayah dan ibu memanggil dengan panggilan ini. Ada juga yang dipanggil Guguk. Panggilan kesayangan buat anjing kesayangan. Ayah dan ibu untuk setiap keluarga juga punya panggilan yang berbeda. Ada yang memanggil 'abah', 'papa', 'bapak', 'abi', 'dad', 'rama'. Ada juga 'ummi', 'mama', 'bunda', 'mom', 'biyung'. Aku memanggil ayah dan ibuku dengan panggilan kesayangan 'bapak' dan 'mamah'. Buat rata-rata keluarga di komplek desaku, panggilan 'bapak' dan 'mamah' jarang banget, teruta...

KOBATO

Baru beberapa hari nyelesein nonton semua episode Kobato, anime karya Clamp. Anime yang diproduksi 2009 ini baru aku tonton sekarang, 2014.  Aku emang suka anime, tapi kalo nonton anime update, aku jarang. Biasanya anime yang aku tonton produksi lama. Mulai dari Sailor Moon,  Wedding Peach, Card Captor Sakura, hingga Kobato. Anime-anime itu punya kenangan bareng masa kecilku, kecuali Kobato yang baru aku tahu  sekitar 2011 atau 2012, agak lupa. Pertama kali tahu anime ini dari majalah Animonster (sekarang Animonstar). Waktu itu Kobato yang jadi cover- nya. Itu pun bukan majalah baru, tapi bekas.  Aku beli di lapak sebelah rel kereta di Timoho. Harganya kalau nggak salah Rp 8.500 (padahal harga aslinya Rp 30.000-an :P). Aku tertarik beli  karena cover-nya. Waktu itu sih aku belum tahu Kobato. Suka anime, tertarik dengan Kobato yang jadi cover, aku beli deh majalah itu. Kalau nggak  salah majalahnya edisi 2010. Nah, aku bisa punya seluruh episode Kobato...

RUMAH BARU

Nyaman sih di rumah yang lama tapi karena aturannya harus pindah maka kami pun berbesar hati meninggalkan banyak sekali cerita. Mencoba membuka lagi memori. Awal 2023 adalah chapter pertama aku dan teman-teman Radio Widoro pindah studio ke Teras Malioboro 2 Jl. Mataram. Sebelumnya kami bersiaran di Kompleks Parkir Abu Bakar Ali. Sekitar dua atau tiga tahun kami mengudara di sini dengan nano-nano rasanya. Ada manis, asem, juga asin. Parkir di lantai tiga. Naik-turun tangga. Bayar 3K, khusus weekend dan masa liburan jadi 5K. Riuhnya Parkir Abu Ali terutama weekend. Bahkan sholat maghrib pun harus antri karena saking penuhnya. Aku mengalami sakit di kaki, you knowlah ~ juga saat siaran di sini. Bayangin naik tangga menuju lantai tiga dengan kondisi kaki sakit. Kalo bukan karena passion mungkin aku nggak semenyala itu. Pindahlah kami ke studio baru. Lebih nyaman, lebih luas. Bahkan terluas di antara studio siaran yang pernah kami tempati. Bagiku, studio di Teras Malioboro 2 sisi timur i...