Langsung ke konten utama

Postingan

CERITA DI SEMBILAN

Ada cerita apa aja di sembilan? Eh, tunggu. Sembilan? Nama tempat? Bukan. Sembilan. Angka sembilan. Emang kenapa sama angka sembilan? Angka yang mendekati sempurna. Nilai 9 sanggup membuat si peraihnya tersenyum. Bisa membuat orang tuanya bangga. Ada yang angka favoritnya 9. Dan sembilan-sembilan yang lain. Hari ini sembilan resmi menjadi milikku. Setelah sebelumnya banyak cerita di 9, 19, dan sekarang 29. Cerita yang baru sebagai manusia yang semakin dewasa. 29 ya? Rasanya mengalir begitu cepat. Delapan baru saja resmi menjadi kenangan untukku. Sembilan siap menantikan banyak cerita. Apakah salah satunya adalah menikah? Kebanyakan cerita di 29 adalah menjadi manusia yang berumah tangga. Bertanggungjawab bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga orang lain yang sudah mengikat janji suci dan manusia baru yang Allah titipkan. Rasanya takut ya menjadi semakin dewasa. Tanggung jawab semakin besar. Sebenarnya enggak semenakutkan itu. Sama aja kayak waktu baru memiliki angka delapan. Ada k...

AKU DATANG (SENDIRI)

Sepanjang aku bisa mengingat, pertama kali dapat undangan pesta pernikahan a.k.a kondangan waktu SMP. Anak tetangga yang menikah waktu itu. Walau enggak seumuran tapi aku dan dia bisa dibilang teman main walau enggak lama. Rasanya deg-degan waktu diundang ke kondangan pertama kali. Aku? Diundang ke nikahan seseorang? Apa artinya aku sudah gede? Begitu yang aku pikirkan kala itu. Undangan kedua dan selanjutnya tentu enggak semendebarkan itu. Mulai dari undangan kondangan teman sekelas di SMA, teman kuliah satu angkatan, teman kuliah lintas angkatan, teman dari komunitas, teman dari ini... itu... hingga sampailah aku di titik memenuhi undangan ini sendirian. Bukannya aku enggak ingin pergi bersama tapi waktunya enggak pas. Si A enggak bisa, si B enggak bisa juga, si C masih abu-abu. Akhirnya aku (memberanikan diri) datang ke kondangan sendirian. Aku tetap menikmati. Bukan berarti aku tersiksa menjalaninya. Aku tahu pasti ada pikiran yang berkomentar ini dan itu. Aku enggak bisa mencegah ...

SEBUAH JERAT BERNAMA HUTANG

Sebisa mungkin berusahalah biar enggak terjerat hutang. Jangan sekali-kali mendekati hutang kalau memang enggak mendesak. Jadi kalau mendesak boleh? Susah sih ya. Susah-susah gampang. Apa sih yang membuat kita terjerat hutang? Kebutuhan? Keinginan? Enggak bisa mengatur keuangan sendiri dengan baik? Ada banyak alasan dan setiap orang punya ceritanya sendiri. Aku ada seorang teman. Sebelumnya hutang yang dia punya adalah Gopaylater dan beberapa pinjaman ke teman dan saudara. Dia selalu tepat waktu membayar hutangnya. Kalau ada kendala, dia langsung berkabar. Bersyukur banget teman dan saudaranya bisa memahami. Akhir tahun 2021, keuangan dia berubah. Keuangannya enggak sebanyak sebelumnya. Hutang Gopaylater dan pinjaman ke teman dan saudara berubah menjadi hutang di pinjaman online. Dia mengakui sangat payah mengatur keuangan. Sekarang dia harus rutin membayar tagihan sampai tahun depan. Ada 9x tagihan yang harus dia bayar. Totalnya berkali lipat dari yang dia pinjam. Dia bilang hutang di...

PERKENALAN DENGAN EMPAT KATA

S-e-k-s. Kapan ya pertama kali aku mengenal seks? Dalam artian mendapat edukasi tentang seksualitas. Tentang do dan don't yang harus aku tahu. Entah aku enggak bisa mengingatnya. Sejak kecil aku enggak pernah merasa ingat dapat edukasi seks. Alhamdulillah masa kecil dan masa remajaku berjalan biasa. Normal tanpa ada kejadian yang membuatku syok, traumatis, dan semacamnya, khususnya yang berhubungan dengan seks. Waktu SMP, aku ingat pas rambut di sekitar penisku mulai tumbuh. Gatal banget! Mungkin terdengar menggelikan. Apa fase ini termasuk bagian dari edukasi seksualitas? Aku menjalani masa kecil belum kenal cinta-cintaan. Belum kenal getar-getar di dada saat melihat dia. Perubahan bagian tubuh, salah satunya tumbuh rambut di tempat yang sebelumnya enggak ada, mungkin bukan bagian dari edukasi seks tapi edukasi pubertas. Mungkin ya. Waktu itu aku benar-benar melaluinya bersama waktu. Mengalir aja gitu. Sempat ada rasa enggak nyaman waktu orang lain menyadari bulu kakiku mulai tu...

PERTEMUAN ORANG-ORANG DARI MASA LALU

"Silaturahim harus dijaga sejak sekarang. Kalau sudah tua nanti bakal susah menyatukan kita kembali." Hisdan, Sang Presiden Direktur Alumni KPI 2011 menuturkan sepatah-dua patah kata. Sebuah kalimat yang ada benarnya. Selagi kita masih ada kesempatan bertemu, kenapa enggak? Bahkan Halal Bihalal KPI 2011 a.k.a reuni ini benar-benar sengotot itu harus diadain. Makasih, Andy, sudah menyatukan kami, walau hanya sekian orang yang bisa datang dari 300 lebih yang sekarang berada di berbagai tempat. Sekitar 15 orang mungkin yang bisa datang. Andy, Ifa, Indah, Dupi, Derry, Aris, Akbar, Ahmad, Sidiq, Hisdan, Ina, Nay, Shofi, Farikh dan istrinya, dan tentu saja aku. Ada empat, eh... enam kayaknya yang bukan KPI 2011 tapi ikut memeriahkan pertemuan ini. Teman-teman Andy sepertinya. Salah duanya memecah sunyi dengan nyanyian dan petikan gitar. Alhamdulillah pertemuan yang layak untuk dikenang-kenang. Aku bersyukur bisa datang. Padahal sempat ada perasaan mager. "Apa aku enggak jadi d...

YANG NAMANYA DIAM-DIAM

Ada yang bilang Maudy Ayunda diam-diam, eh... tahu-tahu nikah sama cowok Korea yang spesifikasinya keren banget. Yakin Maudy Ayunda dan yang lainnya diam-diam terus voila ~ jadilah? Enggak sih. Pasti dibalik itu semua ada perjuangan yang bahkan mungkin berdarah-darah. Perjuangan yang enggak harus semua orang tahu. Kita tahunya ya jalan mulusnya saja yang ditampilkan media sosial. Wajar banget. Namanya juga media sosial, tentu tiap orang punya kebijakan sendiri mau posting apa. Yang enggak enak-enak mau diposting? Silakan. Buat yang dibilang 'diam-diam terus bla bla bla' adalah orang yang lebih memilih enggak mempublikasikan proses dibaliknya. Lagian media sosial hanya untuk menampilkan yang bahagia-bahagia, yang menyenangkan-menyenangkan, walau ada juga yang sebaliknya. Yang dianggap 'diam-diam' bukan berarti tanpa usaha. Apa yang dilakukan juga bukan berarti selalu mudah dan lempeng mulus kayak jalan tol. Maudy Ayunda dan juga Maudy Ayunda lain pasti mengalami naik dan...

RAFTING DI SUNGAI ELO SETELAH SEKIAN PURNAMA

Ini adalah kali kedua aku ikut rafting di Sungai Elo, Magelang. Pertama kali rafting sekian tahun lalu. Ngng... mungkin 2017/2018. Rafting yang kedua diadain sama Jogoboro UPT Cagar Budaya. Lebih tepatnya PT yang menaungi Jogoboro. Enggak kayak rafting waktu itu, tim W cuma dikasih kuota tiga orang. Awalnya aku ogah ikutan. Masih kebayang siang-siang tengah hari yang panas dikumpulin di tanah lapang dan baris-berbaris. Raftingnya sih seru tapi no thank you buat pendisiplinan baris-berbarisnya. Ternyata aku salah ingat. Baris-berbaris itu beda kegiatan. Bukan rafting yang kali pertama. Aku oke deh ikutan rafting. Walau ada was-was juga sama kebarbaran pas rafting. Aku enggak bisa berenang. Iya sih pake pelampung tapi tetep aja nyemplung di sungai bikin aku takut. Selasa, 25 Mei 2022 pagi kami berkumpul dan bersiap berangkat ke area rafting di Sungai Elo. Jogoboro, Tim W, Tim CCTV, Tim Staf, berkumpul di Parkir Abu Bakar Ali. Jam 6.30 pagi berangkat pakai bus tanpa AC. Rencana sih jam 6...