Langsung ke konten utama

Postingan

INI ALASAN (CEWEK) BISA MULTITASKING

Katanya, cewek lebih bisa multitasking dibanding cowok. Kata ahli, multitasking itu kayak candu dan enggak semua orang punya kemampuan ini. Orang yang bisa multitasking lama-lama bakal berkurang kemampuannya ini karena pertambahan usia, dikutip dari health.detik.com. Sebenarnya, masih menurut ahli, otak enggak benar-benar bisa multitasking, tapi cuma mengalihkan konsentrasi dengan cepat antara satu tugas dengan tugas lain. Otak enggak bisa memproses lebih dari satu kegiatan dalam satu waktu. Hasilnya memang bisa lebih cepat selesai, tapi enggak mungkin sempurna. Jadinya setengah-setengah gitu. Kenapa cewek dianggap lebih bisa multitasking dibanding cowok? Berdasarkan satu penelitian, cewek memang punya kemampuan superior melakukan berbagai hal yang membutuhkan kendali kognitif tinggi. Kemampuan multitasking cewek lebih unggul dari cowok karena didukung kebiasaan zaman baheula yang mengharuskan cewek tetap di rumah mengurus anak sambil memetik buah-buahan, memperbaiki sesuatu, ...

ADA TEMPATNYA

Pernah ada seorang teman bilang, satu ketika ada warga yang hampir menggrebek dia dan suaminya karena mereka bermesraan di tempat umum. Walau sudah menikah, sah secara hukum agama dan negara, tapi demi etika, sebaiknya tahan dulu mesra-mesranya. Ya, sewajarnya saja. Menunjukkan cinta buat pasangan enggak harus di tempat umum ‘kan? Kita hidup enggak cuma sama pasangan. Hormatilah tempat umum, salah satunya dengan tidak bermesraan sembarangan, sekalipun sudah menikah. Ah, ini pasti yang bilang jomblo ya? Bukan tentang jomblo atau bukan, tapi ini tentang etika. Setiap tindak-tanduk pasti ada tempatnya. Harus bisa menempatkan sikap. Bermesraan, di rumah saja. Sebenarnya masih bisa mesra di tempat umum tanpa mengesampingkan etika. Misal dengan saling bercerita. Ngobrol sambil pasang ekspresi bahagia, kelihatan mesra tuh. Bukan ala-ala anak SMA. Pasangan yang suka mesra-mesraan di tempat umum biasanya anak SMP dan SMA yang lagi doyan-doyannya gombalan dan serasa dunia milik berdua. Pasan...

PRIORITAS

Tugas utama mahasiswa apa sih? Menjadi agen perubahan? Belajar banyak teori demi meraih gelar sarjana, master, profesor? Tugas utamanya jelas, ku-li-ah, tapi jangan lupa materi kuliah kehidupan di sekitar. Belajar teori itu penting, tapi belajar mengenal dunia nyata, dunia sebenarnya, juga perlu. Belajar enggak selamanya harus di kelas, tapi bukan berarti tugas-tugas kelas diabaikan dan dibiarkan terbengkalai. Seimbang. Ini kuncinya. Enggak banyak yang bisa berjalan beriringan antara tugas kampus dan segudang aktivitas pendukung di luar urusan kuliah. Memang harus memilih satu yang menjadi prioritas. Harus ada yang diutamakan dan dinomorduakan. Apa kuliah, kelas, tugas, dan segala macamnya akan jadi prioritas? Atau justru sebaliknya, aktivitas di luar kuliah lebih diutamakan? Hidup memang harus punya prioritas. Apa-apa dulu yang harus disegerakan? Kalo enggak ada prioritas dan semua aktivitas di tempatkan posisi yang sama, bisa jadi enggak ada satu pun aktivitas yang dilakukan. Se...

ADA YANG KANGEN GIMBOT

Pertama kali nge-game sebelum kenal PS, the one and only gimbot dong. Generasi 90-an pasti pernah mainin ini. Grafisnya sederhana banget. Cuma kotak-kotak dan hitam putih. Ada game pesawat tembak-tembakkan, balap motor, atur batu bata, dan banyak yang totalnya 26 game berbeda, dibagi berdasarkan huruf mulai dari A sampai Z. Game pertama ada pesawat tembak-tembakkan. Game atur batu bata ada di bagian akhir-akhir. Entah N apa M atau mendekati Z. Grafis sederhana dan suaranya yang bisa bikin pening khusus game balap mobil. Mending dibikin mute waktu lagi nge-game ini. FYI, g imbot itu versi sederhana Gameboy. Lebih tepatnya versi murah. Harganya enggak ada Rp 20 ribu. Mungkin Rp 10 ribu. Bukan.. bukan Rp 5 ribu. Gameboy jelas lebih mahal di masa itu. Cuma anak-anak kota, gedongan, dan orangtuanya punya duit berlebih yang main Gameboy. Anak-anak desa sih lebih pilih gimbot. Bukan karena murahnya itu, tapi kebanyakan di desa yang keluar gimbot, dijual di pasar-pasar. Sekarang gimbo...

PENDIDIKAN (INDONESIA) YANG TERLUKA

Dunia pendidikan Indonesia (sedang) tercoreng. Ada pelajar yang menghajar gurunya, pelajar yang menantang berkelahi gurunya, pelajar yang terlalu manja dengan 'sedikit' teguran yang membuat guru bersangkutan harus merasakan meja pesakitan, dan... fiuuuh... Hayati lelah. Apa semua ini salah pelajar? Salah Generasi Phi, si generasi milenial? Enggak sepenuhnya salah mereka. Berhenti mencari-cari kesalahan dan segera pikirkan solusinya. Kenapa anak generasi sekarang begitu berani? Terlalu berani dan enggak sesuai tempatnya. Apa karena sedang mengalami masa-masa labil? Ah, anak-anak zaman sebelum sekarang juga mengalami masa labil tapi enggak ada yang sekurangajar ini sama guru. Enggak ada atau enggak terekspos? Perkembangan teknologi jelas berpengaruh. Satu kejadian bisa semakin cepat menyebar karena kecepatan teknologi yang semakin menggila. Hanya dalam hitungan detik, satu peristiwa bisa menjadi viral. Dulu belum ada smartphone. Dulu belum ada media sosial seperti sekarang....

MASA DEPAN

Membayangkan masa depan, mungkinkah semua serba mesin? Terbang bukan lagi satu hal yang menyusahkan. Bukan terbang menggunakan pesawat, tapi terbang dengan sepatu, sepeda, mobil, yang bisa melayang. Mirip Doraemon dan dunianya. Mungkinkah Doraemon di dunia nyata akan ada nantinya? Teknologi semakin canggih. Ilmuwan, peneliti, enggak berhenti melakukan inovasi. Dunia yang kita tinggali sekarang belum sepenuhnya menjadi dunia ala Doraemon. Jalan menuju ke arah sana tetap dilakukan dan pelan tapi pasti Doramon dan kawan-kawan di dunianya semakin mendekati dunia kita. Sekarang mulai banyak mesin yang sepenuhnya menggantikan manusia. Gerakannya belum seluwes manusia tapi enggak menutup kemungkinan nantinya akan benar-benar mirip dengan manusia seperti Hideki dan Chii di dunia Chobits. Semua yang sekarang dirasa mustahil, bisa jadi mungkin di masa depan. Inovasi dan penelitian yang dilakukan manusia memang gila-gilaan. Semakin terobsesi untuk sejajar dengan ciptaan Tuhan. Robot yang mirip...

CERITA TENTANG LURIK

Lurik identik dengan budaya Jawa. Lebih sempit lagi, lurik identik dengan Jogja. Turis asing yang dolan ke Jogja, selain beli blangkon, pasti ada juga yang memasukkan lurik ke dalam list belanja. Kain bergaris ini memang sudah ada di Indonesia jauh sebelum batik eksis. Dikutip dari cnnindonesia.com, lurik sudah ada sejak abad ke-9, dibuktikan dengan penemuan prasasti masa Hindu Mataram. Lurik biasanya dipakai hanya pada momen tertentu. Yah... sangat jarang orang di masa sekarang kesehariannya pakai lurik. Batik saja yang jadi warisan dunia, enggak setiap hari dipakai, apalagi lurik yang kebanyakan orang mengidentikkan dengan (budaya) Jawa. Lurik memang wastra atau kain yang dibuat secara tradisional asli Indonesia. Haruskah kita memakainya setiap hari sebagai bentuk kebanggaan? Biasanya baju lurik memang buat cowok. Kebaya lurik? Belum pernah lihat tuh. Coba datang ke kirab dari Kraton Jogja. Cowok-cowok (baca: bapak-bapak) pasti ada yang pakai lurik. Motif lurik juga banyak, sam...