Langsung ke konten utama

Postingan

JANGAN LUPAKAN AKU

Wuahhh.. lama banget nggak ngurusin rumah virtualku ini. Lebih milih ngurusin diri sendiri (baca: diet). Rasanya nggak konsisten itu.. /(TT TT)\ Padahal aku udah ada tekad buat konsisten nge-blog, rajin singgah ke rumah virtual, tapi lama-lama.. terlupakan. Awal membulatkan tekad, semangat banget! Udah berjalan hampir seminggu, tapi suatu hari ( hah! bahasanya ) aku nggak post di blog dengan berbagai alibi. Sehari nggak posting, aku mikir, "Ah, besok aja-lah." Besoknya.. ternyata aku nggak posting lagi dengan alibi yang berbagai macam itu. Jadi.. udah! Selama beberapa hari nggak nulis di blog, nggak posting apa, gitu. Waktu lagi on fire , rasanya emang nikmat banget. Berasa jadi orang yang produktif ( emang iya sih.. ). On fire -nya udah nggak, rasanya nggak produktif dan merasa bersalah banget. Ya udah! Posting, posting aja. Posting apaan? Lagi-lagi.. harus terus ingat ini: tulis apa yang dekat di sekitarmu . See ? Nggak usah terlalu sok gimanaaa, tapi posting aja yang s...

#FiksiMini JENDELA-JENDELA

Aku duduk memandang lalu-lalang manusia. Apa yang mereka pikirkan? Terkadang, aku ingin bisa membaca pikiran orang lain. Apa mereka bahagia? Atau justru menderita? Mataku memandang naik ke sebuah gedung dengan banyak jendela. Mata awasku menangkap tiga sosok yang berada di sebuah balkon dengan j endela besar. Sosok pertama, perempuan yang menimang anak. Pakaiannya putih. Dia ada di lantai paling atas gedung. Sosok selanjutnya, dua laki-laki yang tampak membicarakan sesuatu. Mereka juga sama memakai pakaian putih .   Apa yang mereka katakan? Apa yang mereka pikirkan? Perempuan itu tetap menimang anaknya. Mungkin sambil bersenandung. Sementara dua laki-laki yang berada di bawah balkon perempuan itu, juga masih berbicara entah apa. Mataku terbelalak melihat perempuan itu melempar anak di pelukannya. Sekian detik berikutnya dia ikut terjun. Ah, sepertinya aku berhalusinasi lagi. Biarlah. Sudah sering orang tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Aku masih melihat...

SO LONG

Lama nggak ketemu bisa jadi kaku. Rasanya ada yang beda. Kok justru kayak lagi ada masalah ya? Biar nggak kaku gimana dong? Hmm.. bersikap biasa. Sungkan, wajarlah. Namanya juga lama nggak ketemu. Awal-awal ketemu (lagi) pasti nggak enak rasanya. Mau begini, takut salah. Mau begitu, takut begini... Kekakuan bisa dicairkan dengan obrolan. Kalo nggak ada interaksi, gimana mau cair? Gimana mau hilang kakunya? Obrolannya bisa apa aja asal nyambung. Salah satu pihak pasti harus memulai obrolan. Bisa jadi nantinya semacam 'interview', tapi kalo nggak gitu, sampai kapan pun bakalan kaku. Aku tipikal yang memulai obrolan. Pernah ada yang bilang, aku keponya keterlaluan. Salah ya? Nggak ada maksud terselubung, cuma memulai obrolan. Aku pernah baca juga, kalo obrolan mau lancar, salah satu memang harus memulai dan jangan membicarakan diri-sendiri. Tanya terus tentang lawan bicara, tapi.. yang elegan. Nggak bombardir kayak reporter infotainment juga. Bisa jadi lawan bica...

APA PERLU AKU...?

Saat mendapat tekanan, seseorang bisa jadi luar biasa. Mau nggak mau 'tekanan' menjadikan seseorang disiplin. Tekanan dalam menulis, misal, efeknya bisa dibilang luar biasa. Beneran kejadian waktu jadi Panitia Empatik II. Pemateri memberikan waktu 15 menit buat bikin tulisan. Yes, 15 menit! Kalo dalam situasi 'normal', 15 menit bisa menghasilkan tulisan, (agak) mustahil. Otak kayaknya udah ter-setting 'buru-buru'. Kalo masih jauh, santaaai. Justru saat dikejar waktu banget, seseorang bisa maksimal (padahal nggak). Lebih maksimal yang dikerjakan jauh sebelum deadline, tapi kebanyakan lebih suka yang serba terburu-buru. Padahal kalo dikerjakan jauh sebelum deadline, nggak bakalan tuh kesusahan sendiri. Kalo bisa gampang, kenapa dipersulit? Kalo tekanan bisa ngomong, bakalan ngomong begini, "Apa perlu aku..?" (kutipan dari seseorang)[] Jogja, 1 November 2015

ADIKTIF

Adiktif. Pernah ngerasain? Enak? Adiktif apa dulu? Adiktif yang negatif, janganlah. Na'udzubillah... Adiktif yang positif, good... Rasanya adiktif positif itu nikmat banget. Sekali nggak ngelakuin, rasanya ada yang beda. Pastinya nggak bikin rugi. Perlu dikembangin tuh adiktif positif. Lebih tepatnya dibudayakan. Adiktif nulis, adiktif berkarya, adiktif menebar kebaikan, adiktif baca Al Qur'an, subhannallah.. indah banget. Adiktif negatif, jangan harap bakal merasakan kenikmatan yang sesungguhnya. Adiktif negatif, nikmatnya cuma semu. Setelah itu bakal menderita. Rugi diri-sendiri. Setiap manusia pasti pernah adiktif negatif. Aku waktu SMP pernah adiktif main PS. Selalu bela-belain datang ke rental PS sepulang sekolah. Uang jajan, bukannya buat jajan, tapi buat main PS. Mamah marah banget. Nikmat, tapi ya cuma sesaat. Jadi, main PS bisa jadi adiktif negatif? Bisa. Manfaat main PS apa? Media menghibur diri-sendiri tapi kalo berlebihan, jadinya nggak baik. Beda kalo adikt...

ARUS

Memang pada dasarnya bukan tipe orang yang mengikuti arus. Orang-orang melakukan ini, justru sama sekali nggak ikut-ikutan. Giliran orang lain nggak melakukannya, justru dilakukan. Melakukan sendiri tanpa mengikuti arus. Memang orang banyak macamnya. Ada yang latah ikut arus, ada juga yang tetap cool. Mengikuti arus (mungkin bisa dibilang 'kekinian'?) sama saja nggak punya pendirian. Ikut-ikut saja apa yang lagi ngalir. Arus ke kanan, ikut ke kanan. Arus ke kiri, ikut kiri. Gimana kalo melawan arus? Melawan arus? Beda.. beda.. Melawan arus dengan nggak ikut-ikutan arus, jelas beda. Melawan arus jelas bikin chaos . Namanya juga melawan. Nggak ikut-ikutan arus, tetap di jalur yang sama, cuma nggak ikut 'jalan'. Berhenti di tepi sambil mengawasi. Bukan berhenti di tengah dan ganggu. Mengikuti arus ke arah positif? Dianjurkan. Bisa jadi niat awal mengikuti arus karena, ya.. mengikuti orang lain, biar dilihat mata manusia, belum tulus, tapi hati manusia bisa dib...

SEMANGAT

Kadang naik, kadang turun, kadang maju-mundur. Semangat mah gitu. Kalo lagi naik, bagus, bikin bergairah hidup, tapi kalo lagi turun, beuuh.. nggak pengen melakukan apa pun. Semangat udah jadi bagian dari hidup. Melakukan apa pun, pasti ada semangatnya. Kadar semangat tiap orang jelas beda. Tiap orang juga punya cara sendiri buat mengolah semangat. Merasa stuck dengan semangat yang gitu-gitu doang? Naiknya jarang, turunnya sering. Cari mood booster. Bentuknya bisa apa pun. Intinya yang bikin gairah hidup jadi ON. Nggak perlu sesuatu yang 'wah' karena masing-masing punya cara beda memandang dan merasakannya. Semangat naik-turun, wajar, tapi jangan ababil juga. Bentar-bentar naik, bentar-bentar turun. Pertahanin konsistensi semangat. Nggak asyik kalo semangat gampang naik & gampang turun. Semangat bukan berarti gairah meletup-letup terus jadi heboh (sendiri), tapi bisa berarti 'kemauan kuat' buat menjalani apa yang di depan mata. Mau tantangan, rintangan,...